Jateng

Anggaran Perawatan Hanya Rp33 Juta Per Tahun, DPRD: Rusunawa Semarang Rusak dan Kumuh

×

Anggaran Perawatan Hanya Rp33 Juta Per Tahun, DPRD: Rusunawa Semarang Rusak dan Kumuh

Sebarkan artikel ini
rusunawa semarang
Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Sementara, Kepala UPTD Alat Berat Rumah Susun dan Laboratorium DPU Kabupaten Semarang, Agung Pangarso mengatakan, karena anggaran yang terbatas, perawatan untuk kerusakan juga sangat minimal.

Sementara untuk perawatan atau perbaikan yang skalanya besar, juga harus menunggu pengajuan anggaran lagi. “Sehingga, ini menjadi persoalan dalam upaya perawatan dan pemeliharaan,” jelasnya.

Agung mengatakan, di Rusunawa Ambarawa dari kapasitas 98 kamar, saat ini hanya terisi 68 kamar. “Beberapa kamar tidak bisa dihuni karena mengalami kerusakan, terutama kebocoran sari bagian plafon.

Sisanya memang kosong karena memang penghuninya sudah pergi. Karena sesuai ketentuan penghuni rusnawa ini maksimal 2 X 3 tahun atau masa sewa paling lama enam tahun.

BACA JUGA: Seratus Hari Kerja, Luthfi-Yasin Gandeng Berbagai Lembaga Percepat Pembangunan Daerah di Jateng

Untuk biaya sewa di rusunawa dibedakan sesuai dengan lantai yang ditinggali. “Paling mahal di lantai bawah sebesar Rp 285.000, lantai dua Rp 240.000, lantai tiga Rp 205.000, dan lantai paling atas Rp 170.000 per bulan,” jelasnya.

Salah seorang penghuni Rusunawa Ambarawa, Sri Fajarwati (54) mengakui memang banyak rumah sewa yang rusak baik fasilitas maupun kondisi bangunannya. Terutama bocor dari bangunan di atasnya.

Ia juga sepakat jika kebersihan di lingkungan rusunawa ini perlu ditingkatkan lagi. Sehingga para penghuni merasa nyaman. “Walaupun biaya sewanya terjangkau, penghuni juga butuh suasana yang nyaman,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp