Sementara itu, sekitar Rp1,5 miliar di alokasikan untuk pembenahan lapangan tenis dengan luas 4.059 meter persegi.
“Sedangkan sisanya sekitar Rp824 juta untuk perbaikan sarana prasarana dan ruko. Kalau kita total, sekitar Rp3,3 miliar pada tahun anggaran murni 2026,” jelas Ferry.
Metode patching yang Dinas gunakan pada lintasan menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat. Secara visual, hasil pekerjaan memang membuat permukaan lintasan terlihat memiliki bagian-bagian yang berbeda.
Namun, Ferry memastikan metode tersebut untuk menangani kerusakan secara parsial dan tetap mempertahankan fungsi lintasan.
Ia menegaskan perbaikan tidak hanya sekadar untuk mempercantik tampilan. Pekerjaan di arahkan agar fasilitas tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan olahraga.
Belum Bisa Lakukan Perbaikan Total
Sorotan terhadap lintasan atletik TLJ juga menunjukkan persoalan yang lebih besar. Kebutuhan pembenahan seluruh fasilitas ternyata jauh lebih besar daripada anggaran yang tersedia.
Dengan usulan awal mencapai Rp21 miliar, anggaran Rp3,3 miliar hanya mampu menyentuh sebagian fasilitas.
Ferry mengatakan bagian TLJ yang belum mendapat perbaikan akan kembali diusulkan dalam penganggaran berikutnya.
“Untuk perbaikan yang lain akan menjadi bagian yang kami usulkan untuk ada perbaikan. Kami sebagai dinas teknis hanya melaksanakan apa yang menjadi plotting di dalam anggaran,” katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa sekaligus mengerjakan seluruh kebutuhan ketika kemampuan anggaran terbatas. Setiap pekerjaan harus di susun berdasarkan prioritas dan mekanisme penganggaran.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat bagian mana saja yang di perbaiki, berapa anggarannya, serta alasan pemilihan metode pekerjaan.
Hal itu penting agar perbaikan fasilitas olahraga dengan uang publik tidak berhenti pada persoalan tampilan, tetapi benar-benar menghasilkan fasilitas yang aman dan fungsional.
Target Opening TLJ 31 Agustus
Saat ini kompleks Tri Lomba Juang masih tutup. Penutupan berlangsung sejak Juli 2026 untuk mendukung proses perbaikan sejumlah fasilitas.
Pihaknya menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah menargetkan kompleks olahraga tersebut kembali buka pada 31 Agustus 2026.





