Jateng

Anggaran Rp3,3 Miliar, Lintasan Atletik TLJ Cuma Tambal Sulam? Ini Penjelasan Distaru Semarang

×

Anggaran Rp3,3 Miliar, Lintasan Atletik TLJ Cuma Tambal Sulam? Ini Penjelasan Distaru Semarang

Sebarkan artikel ini
Anggaran Rp3,3 Miliar, Lintasan Atletik TLJ Cuma Tambal Sulam? Ini Penjelasan Distaru Semarang
Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Ferry Kuntoaji. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perbaikan lintasan atletik di GOR Tri Lomba Juang (TLJ) Kota Semarang menjadi sorotan setelah progres pengerjaannya terlihat seperti tambal sulam.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik. Apalagi, Pemerintah Kota Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,3 miliar untuk perbaikan fasilitas di kawasan olahraga tersebut.

Pemkot Semarang membantah pekerjaan terlaksana tanpa perhitungan. Dinas Penataan Ruang menyebut metode patching terlaksana karena anggaran yang tersedia jauh di bawah kebutuhan perbaikan seluruh fasilitas TLJ.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Ferry Kuntoaji mengatakan pemerintah sebenarnya mengusulkan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk membenahi seluruh kawasan TLJ.

Namun, anggaran yang akhirnya tersedia hanya sekitar Rp3,19 miliar atau sekitar Rp3,3 miliar setelah seluruh komponen pekerjaan di hitung.

BACA JUGA: Lintasan Atletik TLJ Semarang Tutup Sementara Mulai 15 Juli, Pelari Bisa Beralih ke Lapangan Sidodadi 

“Jadi Pemkot dengan anggaran Rp3,3 miliar itu memperbaiki TLJ dengan metode patching. Jadi kami memperbaiki secara parsial, hanya pada lokasi lintasan yang rusak,” kata Ferry, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ferry menjelaskan bahwa Dinas Tata Ruang sebelumnya mengajukan anggaran Rp21 miliar untuk membenahi seluruh fasilitas olahraga di GOR Tri Lomba Juang. Namun, keterbatasan anggaran membuat pengerjaan tahun ini harus berfokus pada bagian-bagian yang menurutnya paling membutuhkan perbaikan.

Menurut Ferry, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus memilih bagian yang paling mendesak. Ia menyebut efektivitas dan kebermanfaatan fasilitas menjadi pertimbangan utama.

“Waktu itu kami mengusulkan anggaran keseluruhan untuk perbaikan TLJ sebesar Rp21 miliar. Namun karena keterbatasan, akhirnya hanya terealisasi sekitar Rp3,19 miliar. Jadi kami harus mempertimbangkan efektivitas, fungsi, dan kebermanfaatannya,” ujarnya.

Anggaran Rp1 Miliar untuk Lintasan Atletik

Dari anggaran sekitar Rp3,3 miliar, sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki jogging track atau lintasan atletik.

Lintasan yang Pemkot tangani memiliki luas sekitar 527,1 meter persegi. Pemerintah memilih memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan, bukan mengganti seluruh lintasan.

Sementara itu, sekitar Rp1,5 miliar di alokasikan untuk pembenahan lapangan tenis dengan luas 4.059 meter persegi.

“Sedangkan sisanya sekitar Rp824 juta untuk perbaikan sarana prasarana dan ruko. Kalau kita total, sekitar Rp3,3 miliar pada tahun anggaran murni 2026,” jelas Ferry.

Metode patching yang Dinas gunakan pada lintasan menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian masyarakat. Secara visual, hasil pekerjaan memang membuat permukaan lintasan terlihat memiliki bagian-bagian yang berbeda.

Namun, Ferry memastikan metode tersebut untuk menangani kerusakan secara parsial dan tetap mempertahankan fungsi lintasan.

Ia menegaskan perbaikan tidak hanya sekadar untuk mempercantik tampilan. Pekerjaan di arahkan agar fasilitas tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan olahraga.

Belum Bisa Lakukan Perbaikan Total

Sorotan terhadap lintasan atletik TLJ juga menunjukkan persoalan yang lebih besar. Kebutuhan pembenahan seluruh fasilitas ternyata jauh lebih besar daripada anggaran yang tersedia.

Dengan usulan awal mencapai Rp21 miliar, anggaran Rp3,3 miliar hanya mampu menyentuh sebagian fasilitas.

Ferry mengatakan bagian TLJ yang belum mendapat perbaikan akan kembali diusulkan dalam penganggaran berikutnya.

“Untuk perbaikan yang lain akan menjadi bagian yang kami usulkan untuk ada perbaikan. Kami sebagai dinas teknis hanya melaksanakan apa yang menjadi plotting di dalam anggaran,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa sekaligus mengerjakan seluruh kebutuhan ketika kemampuan anggaran terbatas. Setiap pekerjaan harus di susun berdasarkan prioritas dan mekanisme penganggaran.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat bagian mana saja yang di perbaiki, berapa anggarannya, serta alasan pemilihan metode pekerjaan.

Hal itu penting agar perbaikan fasilitas olahraga dengan uang publik tidak berhenti pada persoalan tampilan, tetapi benar-benar menghasilkan fasilitas yang aman dan fungsional.

Target Opening TLJ 31 Agustus

Saat ini kompleks Tri Lomba Juang masih tutup. Penutupan berlangsung sejak Juli 2026 untuk mendukung proses perbaikan sejumlah fasilitas.

Pihaknya menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah menargetkan kompleks olahraga tersebut kembali buka pada 31 Agustus 2026.

Target tersebut menjadi penting karena TLJ merupakan salah satu fasilitas olahraga yang banyak masyarakat Kota Semarang gunakan.

Ferry memastikan pekerjaan yang masuk dalam paket perbaikan tahun ini akan selesai sesuai jadwal. Sementara kebutuhan lain akan masuk dalam usulan anggaran berikutnya.

“Yang belum tersentuh perbaikan akan kami usulkan kembali. Pelaksanaan pembangunan pemerintah memang harus mengikuti mekanisme penganggaran dan skala prioritas,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp