SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Kota Semarang dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem berupa angin kencang yang diperkirakan masih berlanjut hingga awal Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi ini dipicu oleh munculnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, tepatnya di Samudera Hindia.
Fenomena tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Sejumlah warga mengeluhkan hujan lebat yang kerap datang bersamaan dengan hembusan angin kuat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini ternilai membahayakan, terutama bagi pengendara dan aktivitas luar ruangan.
Athok (27), warga Kabupaten Pati yang kini bekerja di Semarang, mengaku sering merasa khawatir saat hujan turun. Menurutnya, angin kencang kerap datang secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kerugian.
“Kalau hujan anginnya kencang banget. Teman saya motornya sampai jatuh waktu diparkir di kawasan Gubernuran, pas dicek stangnya bengkok,” ungkap Athok pada Senin, 19 Desember 2026.
BACA JUGA: Usai Salatiga, BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Pesisir dan Pegunungan Jateng
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menjelaskan bibit siklon tropis yang terbentuk di belahan bumi selatan memberikan pengaruh signifikan terhadap pola angin di Jawa Tengah. Perbedaan tekanan udara yang cukup besar membuat kecepatan angin di wilayah Semarang meningkat di atas kondisi normal.
“Perbedaan tekanan antara wilayah kita dan area siklon menyebabkan angin dominan bertiup lebih kencang. Dampaknya masih akan terasa hingga awal Februari,” jelas Giyarto saat beritajateng.tv konfirmasi pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, angin kencang yang terjadi saat ini merupakan karakteristik puncak musim hujan. Angin baratan membawa massa udara basah yang memicu hujan lebat beserta hembusan angin kuat.
BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi genangan, pohon tumbang, serta menurunnya jarak pandang saat berkendara. Pengguna jalan di minta lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras.
BACA JUGA: Kota Semarang Masih Berpotensi Hujan Lebat-Angin Kencang 3 Hari Mendatang, Ini Penyebabnya
Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo, menyampaikan musim angin baratan juga berdampak pada kondisi laut. Gelombang dengan kategori sedang masih berpotensi terjadi di perairan Jawa Tengah.
“Berdasarkan prakiraan kami, peningkatan gelombang masih berlangsung, namun dampaknya terbatas di wilayah perairan dan tidak mengancam permukiman pesisir,” katanya.
BMKG Maritim mengimbau nelayan dan pelaku aktivitas kelautan agar rutin memantau informasi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG, baik media sosial maupun media elektronik.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melaut, termasuk bagi nelayan, pencari kerang, dan pelaku usaha kelautan lainnya,” tutup Ganis. (*)
Editor: Farah Nazila





