Jateng

BUMDes Gondang Blora Sukses Kembangkan Bebek Petelur, Hampir Dua Ribu Telur Diproduksi dalam Dua Bulan

×

BUMDes Gondang Blora Sukses Kembangkan Bebek Petelur, Hampir Dua Ribu Telur Diproduksi dalam Dua Bulan

Sebarkan artikel ini
Anggota BUMDes Gondang, sedang membersihkan kandang bebek. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Anggota BUMDes Gondang, sedang membersihkan kandang bebek. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv — Program ketahanan pangan berbasis desa di Kabupaten Blora mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui inovasi ternak bebek petelur yang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kelola, warga Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, mampu memproduksi hampir dua ribu butir telur hanya dalam waktu kurang dari dua bulan.

Program tersebut BUMDes Dargo Mulyo jalankan sejak Desember 2025. Saat ini, BUMDes mengelola sekitar 300 ekor bebek petelur yang peliharaannya secara intensif dengan sistem perawatan sederhana namun efektif.

Pengurus BUMDes Dargo Mulyo, Mohammad Syaifudin, mengatakan ternak bebek petelur terpilih karena relatif mudah dalam pengelolaan dan tidak membutuhkan biaya operasional tinggi daripada ternak lainnya.

“Dalam sehari, bebek cukup di beri pakan satu kali pada pagi hari. Yang penting ketersediaan air minum tercukupi dan kandang tetap bersih,” ujar Syaifudin, Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA: Apa Perbedaan Kopdes Merah Putih dan BUMDes? Ini Penjelasannya

Menurut dia, dengan perawatan yang konsisten, bebek-bebek tersebut mampu menghasilkan telur hampir setiap malam. Faktor kebersihan kandang menjadi kunci utama untuk menjaga produktivitas ternak sekaligus mencegah penyakit.

“Kandang harus selalu bersih dan lantainya dijaga tetap kering agar tidak menjadi sarang bakteri atau lalat. Kalau itu terjaga, produksi telur stabil,” katanya.

Hasil produksi telur bebek saat ini dipasarkan ke masyarakat sekitar dan pedagang lokal. Selain mendukung ketahanan pangan desa, program ini juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi desa.

Ke depan, BUMDes Dargo Mulyo berencana mengembangkan usaha tersebut dengan menambah jumlah ternak dan memperluas kandang. Pendapatan dari penjualan telur ditargetkan dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Kami berharap usaha ini bisa terus berkembang dan menjadi contoh bahwa ketahanan pangan bisa mulai dari desa, dengan memanfaatkan potensi yang ada,” tutur Syaifudin.

BACA JUGA: Dukung Program GeMAR, 98 BUMDes/Desa di Blora Bakal Peroleh Pinjaman Dana Pertanian PT. ANTaM