Jateng

Angin Puting Beliung Landa Kabupaten Semarang, Bupati Koordinasikan Bantuan Warga Terdampak

×

Angin Puting Beliung Landa Kabupaten Semarang, Bupati Koordinasikan Bantuan Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Semarang Puting Beliung
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bencana angin puting beliung di Kabupaten Semarang pada Selasa, 4 November 2025 siang tak hanya berdampak kerusakan di Desa Sraten dan Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang.

Bencana yang sama juga mengakibatkan kerusakan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Tengaran, seperti Desa Bener serta Desa Karangduren.

Sebelumnya, angin puting beliung juga mengakibatkan tempat ibadah di Senjoyo, Desa Tegalwaton, rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Demikian pula kerusakan rumah warga di Desa Barukan.

Terkait ini, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, turut prihatin. Menurutnya, meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut telah mengakibatkan kerusakan.

BACA JUGA: Angin Puting Beliung Terjang 2 Desa di Tuntang Semarang: Pohon Tumbang Timpa Rumah-Jalan

“Baik itu rumah-rumah milik warga maupun beberapa fasilitas umum yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya di Ungaran, Rabu, 5 November 2025).

Ngesti juga menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pemangku wilayah (camat, danramil, dan kapolsek) serta Kepala BPBD Kabupaten Semarang untuk berdiskusi.

Tujuannya guna menentukan langkah terbaik selanjutnya, dalam membantu meringankan warga terdampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang.

BACA JUGA: Cerita Warga Salatiga Panik Saat Angin Puting Beliung: Belasan Pembeli Lari ke Balik Rumah Makan

Ia menekankan, terkait kondisi cuaca yang cenderung ekstrem, pihaknya mengimbau masyarakat selalu siaga dan waspada di lingkungannya masing-masing.

Pasalnya, curah hujan yang cukup tinggi serta angin kencang masih berpotensi terjadi. Dengan kewaspadaan itu, harapannya masyarakat di wilayah Kabupaten Semarang tetap aman.

“Semoga ke depan tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan. Seperti bencana alam terkait kondisi cuaca yang cukup ekstrem seperti sekarang ini,” tandas Ngesti Nugraha. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp