Jateng

Angka PHK di Jateng Tertinggi Nasional, Disnakertrans: Kalau Tidak karena Sritex, Jumlah Kita Sedikit

×

Angka PHK di Jateng Tertinggi Nasional, Disnakertrans: Kalau Tidak karena Sritex, Jumlah Kita Sedikit

Sebarkan artikel ini
TPPO Jateng | BSU
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat beritajateng.tv jumpai di Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Kamis, 26 Juni 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) mencatat angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Tengah (Jateng) mencapai 10.995 orang sepanjang 2025. Angka itu mengantarkan Jateng menjadi daerah dengan PHK tertinggi secara nasional.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Ahmad Aziz, menyebut mayoritas karyawan terkena PHK itu berasal dari Sritex Grup, yang terdampak usai perusahaan dinyatakan pailit awal tahun ini.

“Sebanyak 10.965 pekerja dari jumlah tersebut berasal dari PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) dan anak usahanya. Gelombang PHK terjadi di beberapa pabrik grup tekstil itu, yang tersebar di Sukoharjo, Boyolali, dan Semarang. Kalau tidak karena Sritex, [jumlah PHK] kita sedikit,” ujar Aziz saat beritajateng.tv konfirmasi, Sabtu, 2 Agustus 2025.

BACA JUGA: Sektor Hotel di Jateng Masih Terpuruk, PHK Berkedok ‘Unpaid Leave’ Marak Terjadi

Meski begitu, Aziz menyebut beberapa mantan buruh Sritex kini sudah kembali bekerja. Salah satunya melalui PT Citra Busana yang menyewa fasilitas milik Sritex dan mempekerjakan mantan pegawai mereka.

“Yang dari Sritex itu, sekitar 1.400-an sudah bekerja lagi lewat Citra Busana,” akunya.

Namun, jumlah pasti buruh yang terserap kerja kembali masih menunggu laporan resmi dari perusahaan.

Jobfair jadi andalan Disnakertrans Jateng

Tak hanya itu, Disnakertrans Jawa Tengah juga mengandalkan job fair di berbagai daerah sebagai upaya penyerapan pekerja Sritex Group yang kena PHK.

“Kemarin beberapa perusahaan juga ikut job fair di Sukoharjo. Tapi yang sudah terserap belum ada datanya,” ucap Azis.

Ia menambahkan, hampir semua kabupaten/kota kini rutin menggelar bursa kerja.

“Hampir semua daerah ada job fair sekarang. Kalau skala provinsi, rencananya Agustus nanti,” pungkasnya.

Kemnaker ungkap ada 42 ribu lebih pekerja yang kena PHK

Sebelumnya, sebanyak 42.385 pekerja menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari-Juni 2025. Hal itu berdasarkan rekapitulasi data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang diunggah di laman resmi Satudata Kemnaker.

Merujuk dari tersebut, jumlah karyawan yang menjadi korban PHK sejak Januari-Juni 2025 paling banyak berada di tiga provinsi. Ketiganya yakni Jawa Tengah (10.995 orang), disusul Jawa Barat (9.494 orang) dan Banten (4.267 orang

Dengan perbandingan data PHK Januari-Juni pada 2024 lalu, jumlah PHK tahun ini naik 32,19 persen. Untuk diketahui jumlah pekerja korban PHK Januari-Juni 2024 sebanyak 32.064 orang.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemenaker, Anwar Sanusi mengakui tren PHK pada tahun 2025 ini lebih tinggi daripada tahun lalu.

BACA JUGA: PHK di Awal 2025 Capai 24 Ribu Orang, Menteri Ketenagakerjaan: Jawa Tengah Paling Banyak

Selain itu, tren PHK 2025 juga marak terjadi di awal tahun dengan adanya sejumlah perusahaan tekstil yang tutup usaha, salah satunya adalah perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Namun, memasuki bulan Juni 2025 sebenarnya tren PHK sedikit menurun dari bulan sebelumnya. Anwar bilang, ada tiga sektor industri yang menyumbang PHK terbanyak, yakni pengolahan, perdagangan besar dan eceran serta pertambangan dan penggalian.

“Adanya satu tren yang sebetulnya tahun 2025 ya memang agak lebih tinggi. Tapi di dalam bulan Juni ini, data kemarin bulan Juni ini agak turun,” kata Anwar. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp