SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPD Jawa Tengah Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO), Ariyanto, menyampaikan protes keras terkait pencatutan nama organisasinya dalam kegiatan lomba tari yang batal terlaksana di Taman Indonesia Kaya, Semarang.
Ia merasa sangat dirugikan oleh tindakan ketua panitia lomba tari, Mei Sulistyoningsih, yang melibatkan nama APMIKIMMDO tanpa izin resmi.
Acara tersebut rencananya berlangsung pada Jumat, 20 Desember 2024, dengan mengusung nama Piala Gubernur Jawa Tengah.
Namun, acara batal, sehingga banyak peserta mengeluhkan kerugian yang mereka alami. Teguh Yasa, perwakilan Taman Indonesia Kaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari program mereka.
BACA JUGA: Ramai Kasus Batalnya Lomba Tari Tingkat Jateng di Semarang, Ini Klarifikasi Taman Indonesia Kaya
Ariyanto menjelaskan bahwa ia sempat Mei ajak untuk berkolaborasi mengadakan acara UMKM dan lomba tari. Mei bahkan meminta SK untuk menjadi Ketua DPC APMIKIMMDO Kota Semarang.
Namun, setelah beberapa waktu, Ariyanto menemukan ketidakwajaran. Proposal kegiatan tidak mencantumkan nama APMIKIMMDO, dan Mei enggan membuat Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Saya sempat meminta penjelasan, tetapi malah panitia keluarkan dari grup tanpa alasan. Rekening yang panitia gunakan juga mencantumkan nama DPC APMIKIMMDO untuk keperluan sponsor,” ungkap Ariyanto.
BACA JUGA: Gagal Ikut Lomba Tari Tingkat Jateng, Puluhan Orang Tua Ngamuk di Taman Indonesia Kaya Semarang
Melihat banyaknya kejanggalan, Ariyanto mencabut SK DPC APMIKIMMDO Kota Semarang pada 1 Desember 2024 dan membekukan rekening terkait. Ia juga melaporkan masalah ini ke Polda Jawa Tengah dan telah mendapatkan respon positif.
Selain itu, Ariyanto berkoordinasi dengan pelaku seni tari yang panitia rugikan akibat batalnya acara. Ia memastikan langkah hukum terus berjalan untuk menjaga nama baik APMIKIMMDO.
“Kami sudah melapor ke Polda Jateng dan akan melengkapi berkas-berkas,” jelasnya. (*)





