SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang resmi meluncurkan Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 di Gedung Lawang Sewu, Jumat malam (22/5/2026).
Festival film pendek bergengsi tersebut Wilujenghadir dengan skala yang lebih besar. Setelah sukses menarik perhatian sineas nasional pada penyelenggaraan perdana tahun lalu.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan LOFF 2026 menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka ruang apresiasi, kolaborasi, dan pengembangan kreativitas bagi para sineas muda.
“Ini adalah cara Pemerintah Kota Semarang membuka pintu bagi para sineas. Agar karya mereka bisa tampil, mendapat apresiasi, dan hadir dalam sebuah festival. Nantinya juga akan ada film-film dari luar negeri yang kami hadirkan sebagai sarana pembelajaran,” ujar Agustina saat peluncuran festival.
Pada tahun ini, panitia melakukan rebranding dengan mengubah nama dan logo festival menjadi LOFF, yang dibaca seperti “Love”.
Nama tersebut merupakan akronim dari Lawang Sewu, shOrt, dan Film Festival. Perubahan identitas itu harapannya membuat festival lebih segar dan mudah terkenal masyarakat luas.
LOFF 2026 tetap menghadirkan sejumlah kategori bergengsi, mulai dari Ide Cerita Terbaik, Juru Kamera Terbaik, Pemeran Terbaik, hingga Film Cerita Terbaik. Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan total hadiah mencapai Rp300 juta.
“Untuk total hadiah mencapai sekitar Rp300 juta yang terbagi dalam berbagai kategori,” kata Agustina.
Selain hadiah, festival ini juga membuka peluang internasional bagi sineas muda Kota Semarang. Pemkot Semarang bekerja sama dengan Kedutaan Besar India untuk memberikan kesempatan beasiswa pendidikan perfilman.
“Tadi ada komitmen dari Kedutaan India terkait peluang beasiswa perfilman untuk anak-anak Semarang. Ini tentu menjadi kesempatan yang sangat baik,” tambahnya.
Agustina menjelaskan, LOFF tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan di Kota Semarang. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah pembentukan Komite Film Kota Semarang.
Komite tersebut nantinya akan menjadi wadah bagi insan perfilman lokal untuk terhubung dengan jaringan perfilman nasional maupun internasional. Selain itu, komite juga di proyeksikan menjadi pusat informasi festival dunia dan fasilitator pendanaan bagi para sineas lokal.
BACA JUGA: Bantah Isu Buang Kucing di Lawang Sewu, KAI Wisata Siapkan Kolaborasi dengan Cat Lovers
“Kami ingin industri film di Semarang tidak hanya tumbuh dari sisi budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang kuat. Karena kalau industri film bisa menghasilkan secara ekonomi, ekosistemnya akan berkembang semakin sehat,” jelasnya.
Sementara itu, aktris senior sekaligus anggota Dewan Juri LOFF 2026, Nirina Zubir, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang konsisten menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda.
Menurut Nirina, festival film seperti LOFF menjadi sarana penting untuk melahirkan regenerasi baru di industri perfilman Indonesia.
“Harapannya siapapun wali kotanya nanti, festival ini harus terus berjalan. Perfilman Indonesia saat ini sudah mendapat perhatian dunia internasional, sehingga regenerasi sineas muda menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia juga menilai LOFF dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendukung perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman.
Sebagai dewan juri, Nirina menegaskan industri film nasional selalu membutuhkan ide dan talenta baru yang berani tampil dengan karya segar.
“Kami di industri perfilman selalu membutuhkan sutradara dan kreator baru. Anak-anak muda harus berani punya ide, mengekspresikan gagasannya, lalu mengeksekusinya menjadi karya nyata,” tegasnya.
Nirina pun mengajak para kreator muda untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan melalui LOFF 2026, termasuk peluang jejaring internasional dan hadiah kompetisi yang disediakan.
“Ambil kesempatan ini dan gunakan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





