SEMARANG, beritajateng.tv – Asprov Jawa Tengah memberikan apresiasi atas pelaksanaan Liga 4 Jateng 2024/2025 yang berlangsung dengan aman dan lancar. Termasuk pertandingan final yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, mempertemukan Persebi Boyolali dan Persika Karanganyar.
Ketua Asprov Jateng, Yoyok Sukawi, menyatakan meskipun Liga 4 mengalami penundaan hingga awal tahun 2025 akibat Pilkada. Seluruh pertandingan dengan 18 tim yang mengikuti bisa berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, meskipun ada kendala akibat tahun politik yang membuat jadwal bergeser, semua 18 tim telah memenuhi syarat untuk mengikuti kompetisi. Setiap tim telah menjalani 15 pertandingan sebagai syarat untuk Liga Nasional, sesuai arahan PSSI,” jelas Yoyok Sukawi.
BACA JUGA: Persebi Juara Liga 4 Jateng, Menang Tipis atas Persika Karanganyar 1-0 di Final
Yoyok juga menambahkan bahwa selama pelaksanaan Liga 4, meskipun ada sedikit keributan, keseluruhan kompetisi tetap dapat dikendalikan dengan baik.
“Kita bisa melihat bahwa pembinaan berjalan lancar. Empat tim yang masuk final menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik dari musim sebelumnya. Menandakan bahwa sepak bola di Jawa Tengah terus berkembang,” ungkapnya.
Selain itu, beliau menginformasikan bahwa jumlah klub yang akan berlaga di tingkat nasional diambil berdasarkan kuota, yaitu 10 persen dari total peserta. Dengan kata lain, dari 18 tim, dua tim akan melaju ke Liga Nasional.
“Perhitungan ini bisa berubah tergantung pada apakah provinsi lain menggelar liga atau tidak. Kami dari Asprov terus berkomunikasi dengan PSSI, dan berharap Jawa Tengah setidaknya bisa mendapatkan kuota empat tim untuk Liga 4 Nasional. Semua tim Jateng siap berkompetisi,” tambah Yoyok.
Dengan demikian, keberhasilan Liga 4 Jawa Tengah tidak hanya tercermin dari pelaksanaannya yang baik. Tetapi juga dari munculnya talenta-talenta muda baru yang siap membawa nama Jawa Tengah di pentas nasional. (*)
Editor: Elly Amaliyah





