Ia juga mendukung penuh langkah usulan Gubernur Jateng untuk melakukan pengerukan Kolam Retensi Terboyo. Selain itu, upaya normalisasi sungai-sungai di Semarang guna meningkatkan kapasitas tampung air dan memperlancar aliran ke laut.
BACA JUGA: Dialog dengan Buruh, Ahmad Luthfi Tampung Aspirasi tentang Upah Minimum
Dwi menambahkan, tim teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY telah berkoordinasi di lapangan untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainasenya.
“Kementerian juga akan mengupayakan penggantian pompa existing yang sudah berumur lebih dari lima tahun,” tegasnya.
Penanganan Banjir
Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang (Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru) mencapai 30.360 liter per detik.
Sementara itu, BBPJN Jateng-DIY tengah membuat sodetan Sungai Sayung yang akan memiliki panjang sekitar 168 meter. Di sodetan itu akan ada rumah pompa menuju Kolam Retensi Terboyo dengan jumlah 2 unit pompa kapasitas masing-masing 50 liter per detik.
Untuk mendukung sistem drainase, BBPJN juga memperlebar saluran sementara (temporary channel) dari 10 meter menjadi lebih lebar. Selain itu, BBPJN juga melakukan pembongkaran aramco di muara Sungai Babon guna memperbesar kapasitas aliran air. (*)
Editor: Andi Naga Wulan.





