Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan kedisiplinan yang penyerapannya dalam latihan sehari-hari.
“Kita berusaha memberikan yang terbaik untuk Kota Semarang. Sangat bersyukur bisa membawa prestasi ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Steve.
Ia menjelaskan, persiapan atlet tidak semata-mata didasarkan pada hasil kejuaraan yang pernah di ikuti. Baik saat menghadapi lawan dari tingkat daerah, nasional, maupun Internasional, fokus utama tetap memberikan penampilan terbaik.
“Yang jelas, kita tidak pernah membuat ukuran dari kelas kejuaraan sebelumnya, baik di tingkat daerah, nasional, atau bahkan internasional. Tetapi fokus memberikan yang terbaik, siapa pun lawan kita,” tegasnya.
Selain emas dari Livia Stevenson, atlet Hapkido Kota Semarang lainnya, Satya Donadyaksa Wicaksana, turut menyumbangkan medali perunggu pada nomor Hyung Individual Putra.
Dua medali dari cabang olahraga Hapkido tersebut menjadi modal positif bagi kontingen Kota Semarang dalam melanjutkan perjuangan di Porprov Jateng XVII 2026.
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengapresiasi kerja keras Livia dan Satya yang berhasil menyumbangkan medali bagi daerahnya.
Ia berharap pencapaian kedua atlet tersebut dapat meningkatkan motivasi para atlet Kota Semarang lainnya yang masih akan bertanding.
“Terima kasih atas kerja keras dan upaya terbaik untuk Kota Semarang. Prestasi ini harapannya semakin memantik atlet-atlet lain yang belum bertanding untuk mempersembahkan yang terbaik,” ujar Arnaz.
Keberhasilan Livia meraih emas dalam debut Porprov menjadi bukti bahwa pengalaman, disiplin, dan konsistensi latihan dapat menjadi modal penting untuk bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi. Kini, semangat para atlet Kota Semarang harapannya terus terjaga demi mengejar prestasi terbaik pada Porprov Jateng 2026. (*)





