Jateng

Awal Ramadan, Aktivitas Pasar Hewan Ambarawa Masih Lesu pada Hari Pasaran Pon Pertama

×

Awal Ramadan, Aktivitas Pasar Hewan Ambarawa Masih Lesu pada Hari Pasaran Pon Pertama

Sebarkan artikel ini
Ramadan Pasar Hewan Ambarawa
Situasi Pasar Hewan Ambarawa pada pasaran Pon pertama di bulan Ramadhan, Jumat, 20 Februari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki awal bulan suci Ramadan, aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Ambarawa (Pasar Pon) terpantau masih lesu.

Pemandangan ini terlihat pada Jumat, 20 Februari 2026, yang bertepatan dengan hari pasaran Pon pertama di bulan puasa tahun ini.

Hiruk-pikuk pemilik ternak, pedagang atau blantik, maupun calon pembeli tidak seramai pasaran Pon sebelumnya. Pelataran parkir yang biasanya sesak oleh kendaraan pengangkut hewan ternak pun tampak jauh lebih lengang.

BACA JUGA: Genjot Produksi Daging, Pemprov Jateng akan Vaksinasi PMK pada Sejuta Hewan Ternak

Kepala UPTD Puskeswan Pasar Hewan dan RPH Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat, mengonfirmasi penurunan aktivitas tersebut. Menurutnya, kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi di awal masa puasa.

“Mungkin karena masih awal puasa, jadi aktivitas pasar belum kembali normal,” ungkap Hidayat, Jumat sore.

Volume Hewan Ternak di Pasar Hewan Ambarawa Turun Hingga 50 Persen pada Pasaran Pon Awal Ramadan Ini

Berdasarkan data UPTD Puskeswan, volume hewan ternak yang pedagang  bawa hari ini merosot tajam. Penurunannya bahkan mencapai 50 persen daripada dengan hari pasaran pekan lalu.

“Pada pasaran Pon pekan lalu, jumlah sapi yang diturunkan mencapai lebih dari 300 ekor. Namun hari ini, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 150 ekor,” jelas Hidayat.

Penurunan serupa juga terjadi pada komoditas ternak lain seperti kambing dan domba. Tak hanya di area ternak besar, los pasar unggas hingga kawasan kuliner di dalam pasar juga terpantau lebih sepi dari biasanya.

BACA JUGA: Waspadai PMK, Pasar Hewan Ambarawa Skrining Berlapis Lalu Lintas Perdagangan Sapi

Hidayat memprediksi kondisi ini akan bertahan hingga pertengahan Ramadan. “Transaksi dan jual beli biasanya akan normal kembali dan melonjak menjelang Idulfitri, terutama pada dua pasaran Pon terakhir sebelum Lebaran,” tambahnya.

Sanyoto (59), salah seorang blantik, mengakui lesunya transaksi hari ini. Sebagian besar pedagang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk sembari menunggu minat pembeli yang datang.