“Barantin kini berani mulai, bertumbuh, siap berdampak. Berani mulai mengubah ide menjadi langkah nyata dan mendorong keberanian generasi muda serta pelaku UMKM.” kata Karding.
Klinik Ekspor
Untuk membantu pelaku usaha, Barantin juga menyediakan Klinik Ekspor sebagai ruang konsultasi mengenai perkarantinaan dan persyaratan negara tujuan.
Melalui Klinik Ekspor, UMKM dapat berkonsultasi mengenai kesiapan komoditas, persyaratan karantina, sertifikasi, hingga ketentuan teknis. Di mana hal-hal itu perlu dipenuhi sebelum produk berlayar ke pasar internasional.
Produk unggulan Jawa Tengah, menurut Karding, memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Tentunya apabila kesiapan pelaku usaha, kontinuitas produksi, ketertelusuran, dan pemenuhan persyaratan negara tujuan dapat berjalan beriringan.
BACA JUGA: Emil Audero, Tinggalkan Klub Taipan Indonesia, Relakan Liga Champions
Kolaborasi dengan Kementerian UMKM
Penguatan UMKM menuju ekspor juga Barantin lakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian UMKM. Kerja sama tersebut antara lain diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman di Palu pada 28 September 2026.
Sinergi itu mengarah untuk mendampingi semakin banyak UMKM dan pelaku usaha dengan komoditas potensial agar dapat naik kelas. Bermula dari pasar domestik menuju pasar internasional.
Karding juga mengajak mahasiswa dan generasi muda melihat ekspor sebagai peluang usaha yang dapat mulai dipelajari sejak dini.
Menurutnya, hal terpenting bukan langsung mengejar volume besar. Akan tetapi memahami pasar, mengetahui persyaratan negara tujuan, membangun ketertelusuran produk, dan berani memulai.
Dengan pendampingan tersebut, Barantin berharap semakin banyak produk unggulan daerah yang tidak berhenti di pasar lokal. Akan tetapi mampu memenuhi persyaratan dan mendapatkan akses ke pasar global. (*)





