Peristiwa

Banjir Hampir 2 Meter, Perumahan Dinar Indah Semarang Kembali Terendam Luapan Kali Babon

×

Banjir Hampir 2 Meter, Perumahan Dinar Indah Semarang Kembali Terendam Luapan Kali Babon

Sebarkan artikel ini
Banjir Dinar Indah
Warga saat mengecek kondisi rumah usai terendam banjir di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis, 30 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Yang penting selamatkan ԁiri dulu. Anak-anak saya naik ke atas dulu, baru saya terakhir keluar setelah mengamankan barang,” jelasnya.

Meski sebagian barang penting berhasil ԁiselamatkan, sejumlah harta benda seperti pakaian dan kasur tidak sempat ԁiamankan dan terendam banjir.

Banjir Ketiga yang Melanda Perumahan Dinar Indah pada 2026

Banjir di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Dian mengaku telah mengalami kejadian serupa beberapa kali sebelumnya, termasuk sebelum bulan puasa awal tahun ini.

“Ini sudah ketiga kalinya tahun ini. Memang seperti langganan,” ungkapnya.

Ketua RT 06 RW 26 Kelurahan Meteseh, Fajar Adhe mengatakan total terdapat 27 kepala keluarga (KK) atau sekitar 102 jiwa terdampak banjir kali ini.

“Kalau KK ada 27, total jiwa sekitar 102 orang,” kata Fajar saat ԁijumpai di pengungsian warga di Masjid Ar Rohman.

Ia menjelaskan, banjir yang terjadi tahun ini sudah tiga kali, dengan kejadian cukup parah sebelumnya terjadi menjelang Imlek pada Februari dan saat bulan Ramadan di Maret.

Meski demikian, Fajar menyebut banjir terparah di kawasan tersebut terjadi pada tahun 2023. Namun, intensitas banjir yang terus berulang tetap menjadi kekhawatiran warga.

BACA JUGA: Kali Babon Meluap, Puluhan Rumah di Perumahan Dinar Indah Semarang Kebanjiran

Terkait kebutuhan mendesak, Fajar menyoroti pentingnya penanganan infrastruktur, seperti peninggian tanggul dan normalisasi sedimentasi. Pasalnya, hampir seluruh perabot rumah tangga warga terdampak banjir, terutama barang elektronik dan perabot besar.

“Elektronik pasti kena semua, kasur, tempat tidur juga. Karena airnya tinggi dan membawa lumpur,” jelasnya.

Meski mengalami kerugian material, warga saat ini lebih membutuhkan tempat istirahat yang layak pascabanjir. Fajar menyebut, pengalaman berulang membuat warga mulai terbiasa menghadapi situasi darurat, meski kerugian tetap menjadi beban.

“Kalau kebutuhan mendesak ya tempat istirahat yang nyaman saja. Selebihnya, kami sudah sering mengalami ini,” pungkasnya.

Sekitar pukul 19.45 WIB, Fajar menerima bantuan logistik dari BPBD Kota Semarang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi