Jateng

Banjir hingga Pertanian jadi Keluhan Warga Jateng selama Februari 2025

×

Banjir hingga Pertanian jadi Keluhan Warga Jateng selama Februari 2025

Sebarkan artikel ini
dprd jateng, bagus suryo
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bagus Suryo Kusumo, saat membacakan hasil reses dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa 18 Maret 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) mengungkap hasil Reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jateng, Selasa, 18 Maret 2025.

Anggota Komisi E sekaligus politisi PDIP, Bagus Suryo Kusumo, mengungkap, reses itu berlangsung selama 8 (delapan) hari di 35 kabupaten/kota atau 13 dapil Jateng.

Adapun hal itu, kata Bagus, sesuai dengan PP 12/2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Pasal 87.

“Tahun sidang ada tiga masa persidangan, masa sidang dan masa reses, kecuali pada masa persidangan terakhir dari satu periode anggota DPRD masa reses berlangsung. Masa reses paling lama 8 hari dalam satu kali reses yang anggota DPRD gunakan secara perorangan atau kelompok untuk mengunjungi dapilnya guna menyerap aspirasi masyarakat,” ungkap Bagus.

Bagus menyebut, masa reses itu berlangsung pada 8 hingga 15 Februari 2025.

Ia menuturkan, reses bertujuan untuk memantau kegiatan pemerintahan, pembangunan, maupun kegiatan masyarakat dari dekat.

BACA JUGA: Gubernur Jateng Pastikan Tak Ada Premanisme Maupun Ormas Paksa Minta THR: Laporkan Saja

Tak hanya itu, lanjut Bagus, reses juga sebagai fungsi anggota dewan untuk mengawasi usulan yang telah masuk anggaran sebelumnya.

“Kegiatan reses bermanfaat untuk menjalankan fungsi DPRD. Kalau ada yang layak atau prioritas, perlu segera tindak lanjut dan pertimbangan masuk APBD. Baik perubahan anggaran maupun penambahan anggaran di tahun yang baru,” tegas Bagus.

Selama reses pada Februari 2025 lalu, Bagus menyebut anggota dewan asal partai banyeng itu banyak mendapati wilayah terendam banjir akibat cuaca ekstrem.

Hal itu berimbas pada musibah lainnya seperti tanah longsor hingga berdampak pada pertanian.

“Hasil resesnya, kemarin kita masih berada di musim penghujan dan sebagian wilayah mengalami musibah banjir, karena tanggul jebol dan curah hujan tinggi. Kondisi ini memberi warna khas di masyarakat seputar pembenahan irigasi, tanah longsor, genangan hujan yang tidak segera surut,” tutur dia.

Kendati berdampak pada pertanian, Bagus menjamin ketersediaan pupuk dan kebutuhan petani lainnya di pasaran. Meskipun tengah dalam kondisi cuaca ekstrem.

BACA JUGA: Songsong Lebaran, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Harap Operasi Pasar Murah Digencarkan

Dalam kesempatan itu, Bagus menyampaikan aspirasi petani yang berharap bisa panen pada April mendatang. Tak hanya itu, kata Bagus, petani berharap bisa memeroleh nilai tukar yang lebih tinggi.

“Ketersediaan pupuk dan sarana porduksi lain termasuk obat pembasmi tanaman tersedia di pasar. Sehingga kegiatan masa tanam sampai musim panen April menjadi harapan petani dengan nilai tukar petani jadi lebih tinggi dari sebelumnya,” pungkas Bagus. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp