Selain itu, aspek hunian layak menjadi prioritas dengan sasaran renovasi 24 titik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di wilayah Wonosegoro, Ampel, hingga Wonosamodro agar masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih sehat. Tak berhenti di situ, pemberdayaan ekonomi juga melalui penyerahan modal sebesar Rp50 juta bagi BUMDes Bina Sejahtera di Desa Pengkol guna menggerakkan roda ekonomi desa secara mandiri.
“Kami berterima kasih atas kolaborasi luar biasa dari Bank Jateng. Dengan bantuan CSR ini, kita bersama-sama mewujudkan Boyolali yang lebih baik,” ungkap Bupati Agus Irawan saat memberikan sambutan di lokasi bantuan.
Dampak nyata ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Safrudin, warga Desa Sempulur. Ia mengaku sangat bersyukur karena keberadaan sumur dalam tersebut menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang selama ini kerap kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau tiba. Dengan cakupan bantuan yang luas, Bank Jateng membuktikan perannya sebagai mitra strategis yang peduli pada solusi nyata permasalahan sosial di tengah masyarakat.
Bank Jateng dan Pemkab Boyolali kembali membuahkan hasil positif bagi masyarakat. Melalui pengalokasian dana Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2025 sebesar Rp562 juta, Bank Jateng berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan di 12 desa. (*)





