Menurut Sumarno, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat juga menjadi sarana untuk mengenalkan potensi kuliner dan kekhasan daerah kepada peserta yang datang dari berbagai wilayah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita sekaligus mengenalkan kuliner khas Jawa Tengah, termasuk Boyolali seperti soto dan susu sapi. Ketika mereka sudah mengenal dan menikmati kekhasan daerah, tentu bisa menjadi daya tarik untuk datang kembali ke Boyolali,” tuturnya.
Sumarno menambahkan, penyelenggaraan Bank Jateng Friendship Run juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi Jawa Tengah.
“Ini adalah bentuk kolaborasi. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus menjadi superteam, saling berkolaborasi dan menyatu untuk membangun Jawa Tengah,” tegasnya. (adv)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





