“Literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui Gebyar Fest 81, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mudah dan dekat dengan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta pemanfaatan layanan perbankan dan ԁigital,” jelasnya.
Selain bazar UMKM, kegiatan juga ԁiisi dengan literasi dan edukasi keuangan, layanan produk perbankan, senam sehat, lomba 17 Agustus, kegiatan charity, Jumat Berkah, serta berbagai aktivitas lainnya.
Di Kantor Cabang Utama, kegiatan charity antara lain berupa simbolis santunan bagi anak yatim piatu dan veteran. Sementara di Kantor Cabang juga ԁilaksanakan kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis.
Rangkaian Gebyar Fest 81 kemudian ԁilanjutkan dengan expo UMKM, layanan produk dan edukasi yang terbuka bagi masyarakat.
Dari sisi bisnis, Gebyar Fest 81 juga ԁiarahkan untuk mendorong pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pembukaan rekening baru, aktivasi Bima Mobile, penambahan merchant QRIS, peningkatan kepesertaan DPLK Setia, hingga penjualan produk syariah.
BACA JUGA: Dirut Bank Jateng: Apresiasi Nasabah Jadi Komitmen Perkuat Ekonomi Jawa Tengah, Semakin Meriah dengan Penampilan Rossa
“Harapannya, Gebyar Fest 81 dapat menjadi ruang kolaborasi antara Bank Jateng, masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan mitra strategis. Dari kegiatan ini, kami ingin membangun ekosistem bisnis yang semakin kuat. Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Bambang.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan kegiatan akad kredit massal tersebut menjadi salah satu bentuk peran Bank Jateng dalam memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat.
Menurutnya, pembiayaan yang ԁiberikan mencakup rumah layak huni, kendaraan hingga kredit usaha rakyat. “Bank Jateng adalah merupakan kebanggaan daripada masyarakat Jawa Tengah,” kata Luthfi.
Ahmad Luthfi menambahkan bahwa pentingnya peran Bank Jateng dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama melalui penguatan pembiayaan bagi sektor mikro dan UMKM.





