Jateng

Banyak Jalan Rusak di Semarang, DPU Lakukan Tambal Sulam Sambil Tunggu E-Katalog Aspal

×

Banyak Jalan Rusak di Semarang, DPU Lakukan Tambal Sulam Sambil Tunggu E-Katalog Aspal

Sebarkan artikel ini
Banyak Jalan Rusak di Semarang, DPU Lakukan Tambal Sulam Sambil Tunggu E-Katalog Aspal
Petugas DPU Kota Semarang melakukan penambalan aspal jalan berlubang di Jalan Pemuda depan Paragon Semarang. (Doc. DPU)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Semarang merespons keluhan masyarakat terkait banyaknya jalan rusak akibat cuaca ekstrem di Ibu Kota Jawa Tengah.

Pihaknya memastikan perbaikan jalan akan berjalan secara bertahap, sembari menunggu proses pengadaan aspal rampung.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan perbaikan permanen menggunakan aspal AC-WC atau Asphalt Concrete-Wearing Course saat ini masih dalam tahap pengadaan melalui e-katalog.

“Kami akan segera melakukan perbaikan. Aspal AC-WC masih dalam proses pengadaan lewat e-katalog. Sambil menunggu, kami lakukan penutupan lubang-lubang jalan secara mandiri,” ujar Suwarto di Kantor DPU Semarang, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, langkah penanganan awal sudah berjalan di sejumlah ruas utama seperti Jalan Imam Bonjol dan Pierre Tendean. Beberapa titik lain yang menjadi perhatian juga mulai tertangani secara bertahap.

“Di depan Paragon kemungkinan hari ini kami tangani. Jalan rusak di Prof Hamka Semarang juga sudah kami survei, tinggal evaluasi apakah cukup tambal atau perlu overlay. Untuk wilayah Gunungpati juga sedang kami kaji,” jelasnya.

Suwarto menyebut, pada tahun 2026 DPU Kota Semarang akan memfokuskan perbaikan jalan pada jalur penghubung antarwilayah. Jalur ini menurutnya cukup strategis untuk konektivitas dan mobilitas masyarakat.

Ruas jalan menuju wilayah perbatasan dengan Demak, Ungaran, dan Kendal masuk dalam prioritas penanganan.

BACA JUGA: Buruh Butuh Hunian Layak, DPRD Kota Semarang Usulkan Rusun Jadi Hak Milik

“Fokus 2026 itu konektivitas wilayah, penghubung antar daerah, dan akses transportasi. Ruas-ruas tersebut sudah terdeteksi dan masuk dalam daftar penanganan,” katanya.

Ia menargetkan proses lelang pekerjaan jalan dapat dimulai pada Februari 2026. Jika tidak memungkinkan, lelang akan dilakukan paling lambat awal Maret agar pekerjaan fisik bisa dimulai setelah musim hujan berakhir.

“Mudah-mudahan Februari sudah lelang. Kalau mundur, paling awal Maret. Targetnya Maret atau April pekerjaan sudah bisa jalan sebelum perubahan anggaran,” ujarnya.

Untuk perbaikan jalan tahun 2026, DPU Kota Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar.

Anggaran tersebut untuk pekerjaan pengaspalan maupun peningkatan struktur jalan, terutama di wilayah pinggiran kota.

“Karena luas Kota Semarang cukup besar, ada beberapa jalan di pinggiran yang harus ditingkatkan dulu perkerasannya sebelum diaspal. Itu nanti kami satukan dalam satu rencana anggaran dan dilelang sekaligus,” jelas Suwarto.

Ia juga mengungkapkan adanya kendala dalam penyediaan material. Regulasi baru tidak lagi memperbolehkan pihak ketiga menyimpan stok material, sementara DPU juga memiliki keterbatasan untuk menyimpan aspal panas.

“Sekarang tidak boleh ada stok material di pihak ketiga. DPU juga tidak memungkinkan menyimpan AC-WC. Kami hanya punya stok aspal dingin dalam karung, itu pun nilainya sekitar Rp200 juta dan sudah habis terpakai,” katanya.

Sebagai solusi, DPU Kota Semarang memproduksi campuran aspal secara mandiri dengan mencampur agregat, pasir, dan aspal untuk menambal lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan.

“Untuk sementara kami lakukan patching atau tambal sulam. Minimal keselamatan pengguna jalan tetap terjaga sambil menunggu perbaikan permanen,” pungkas Suwarto. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp