Meskipun membeberkan adanya 10 pasien anak cuci darah di RS Kariadi, Vivi enggan mengungkap daerah asal kesepuluh pasien tersebut. Ia juga tak menungkap apa penyebab puluhan anak itu harus cuci darah setiap bulannya.
“Ini sudah ranah medis. Saya tidak berwenang [mengungkapkan],” katanya.
Banyak pasien anak lakukan cuci darah
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Jateng, Elhamangto Zuhdan, menyebut jumlah kumulatif pasien anak-anak yang melakukan cuci darah berkisar 10 hingga 14 orang di empat RS besar tersebut.
Yang mana, tegas Elham, angka pasien anak-anak cuci darah itu bukan merupakan tren peningkatan.
“Itu pasien rutin yang memang dia membutuhkan cuci darah, bukan karena tren kenaikan. Mereka pasien dengan indikasi, jadi harus cuci darah, seperti penyakit kelainan bawaan sejak lahir,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tren Bocil Gagal Ginjal, Dinas Kesehatan Jateng Ungkap Bisa Terdeteksi sejak Dalam Kandungan Ibu
Lebih lanjut, Elham membeberkan kasus cuci darah pada anak-anak yang terjadi di RS Jawa Tengah.
Selain cuci darah karena kelainan bawaan sejak lahir, ada juga anak yang harus cuci darah karena menjalani pengobatan penyakit yang menyebabkan fungsi ginjal menurun. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi