Pendidikan

Banyak Timbulkan Risiko, Ini Bahaya Anak Gunakan Media Sosial Sejak Dini

×

Banyak Timbulkan Risiko, Ini Bahaya Anak Gunakan Media Sosial Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
bahaya media sosial anak
Ilustrasi anak-anak bermain gawai. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pakar kejiwaan subspesialis anak dan remaja lulusan Universitas Indonesia, dr. Anggia Hapsari, Sp.K.J, Subsp. A.R.(K), mengungkapkan bahaya bila anak menggunakan media sosial sejak dini, salah satunya bisa terkena kejahatan asusila seperti grooming.

Menurut Anggia, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, grooming merupakan salah satu kejahatan asusila pada anak, dengan pelaku biasanya merayu dan melakukan tipu muslihat pada korban melalui media sosial.

“Semakin dini penggunaan media sosial, semakin membuka celah atau jendela untuk mereka berpotensi menjadi korban dari tindak kejahatan dunia maya. Sudah pasti penggunaan media sosial secara dini meningkatkan risiko child grooming,” ujar Anggia dalam sebuah webinar daring beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Orang Tua Mesti Awas, Anak Rentan Alami Hal Ini Bila Gunakan Internet Berlebihan

Selain grooming, dampak penggunaan internet secara dini berkaitan dengan kekerasan dan juga risiko anak terpapar konten pornografi.

Anggia mengungkapkan bahwa ia pernah mendapat pertanyaan dari seorang pasien anak usia lima tahun tentang hubungan seksual karena si anak terpapar beberapa kartun pornografi.

Menurut Anggia, bahkan anak usia 13 tahun ke atas yang sebenarnya sudah bisa mandiri dalam memanfaatkan gawai dan menatap layar, masih membutuhkan pengawasan orangtua saat menggunakan media sosial.

Bahaya konten dewasa dalam media sosial anak

Ia menekankan bahwa perlu adanya pengawasan karena media sosial bisa memberikan dampak buruk. Seperti misalnya grooming, perundungan dunia maya, pornografi, dan lainnya, bila pemanfaatannya tanpa pengawasan dan batasan.

“Memang anak-anak belum mengerti batasan-batasannya. Jadi, risiko mereka bertemu orang asing yang membuat mereka merasa tidak nyaman dan menyalahgunakan hubungan tersebut akan semakin besar,” ujar Anggia yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu.

BACA JUGA: Bahaya Kecanduan pada Anak Tidak Hanya Soal Gadget, Begini Kata Psikolog

Pada anak berusia 13 tahun ke atas, ia tetap menyarankan orangtua menerapkan batasan terbuka. Misalnya, dengan memberikan batasan penggunaan media sosial dengan penjelasan apa saja yang boleh dan tidak boleh.

Dengan demikian, orangtua dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai akibat dari penggunaan media sosial yang berlebihan.

“Ketika sudah di luar batas, anak dan remaja kita ingatkan. Baik dampaknya, profil akademiknya, outcome (hasil)-nya, maupun cara mereka bergaul,” tutur Anggia. (ant)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp