Gaya Hidup

Batik Printing Kian Masif, Danar Hadi Tegaskan Bahwa Batik Itu Proses Bukan Sekedar Motif

×

Batik Printing Kian Masif, Danar Hadi Tegaskan Bahwa Batik Itu Proses Bukan Sekedar Motif

Sebarkan artikel ini
model
Para model saat berlenggok diatas panggung dengan beragam motif dan model pakaian batik di Ballroom Hotel Tentrem Semarang. Jumat, 13 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Maraknya batik printing di pasar domestik maupun internasional menjadi fenomena yang tak bisa dihindari dalam industri wastra. Namun di tengah tren tersebut, Batik Danar Hadi menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan produksi batik cap dan batik tulis sebagai bentuk pelestarian budaya.

Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, mengakui bahwa batik printing kini semakin luas digunakan karena prosesnya lebih praktis dan efisien.

“Batik printing itu tidak bisa terpungkiri pasti akan ada. Tidak hanya dari Cina, masyarakat internasional pun ketika mengolah ragam hias motif batik banyak menggunakan teknik printing karena itu teknik yang paling mudah,” ujar Diana kepada wartawan usai fashion show Sekar Setaman di Ballroom Hotel Tentram pada Jumat, 13 Februari 2026.

BACA JUGA: Khairun Nisya Viral Usai Ketahuan Menyamar jadi Pramugari Batik Air, Berikut Profilnya

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sebagai produsen batik yang berakar pada tradisi, Danar Hadi tetap memegang prinsip bahwa batik adalah sebuah proses, bukan sekadar hasil akhir berupa motif di atas kain.

“Sebagai produsen batik, kami tetap mem-preserve bahwa batik itu adalah sebuah proses. Di dalam koleksi kami sekarang, semuanya terbuat dari batik cap dan batik tulis,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan batik printing di Indonesia memang sulit terbendung. Namun, ia menilai pentingnya langkah yang konsisten dan serius, terutama dari pemerintah, untuk menjaga eksistensi batik asli.

Ia menekankan bahwa batik tulis dan batik cap bukan hanya soal teknik produksi, tetapi juga menyangkut nilai budaya, filosofi, serta keterampilan perajin yang di wariskan lintas generasi.

“Adanya batik printing di Indonesia tidak bisa kita hindari. Kecuali ada upaya yang benar-benar konsisten untuk mem-preserve batik yang sesungguhnya,” katanya.

Tren Penjualan Batik 2026 Tunjukkan Sinyal Positif

Dari sisi bisnis, ia mengungkapkan bahwa perdagangan batik dalam beberapa tahun terakhir mengalami dinamika naik turun. Mengikuti kondisi pasar dan daya beli masyarakat.

“Kalau bicara perdagangan, tentu ada naik turunnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Dari Jajanan Pasar hingga Batik, Puan Maharani Puji Keaslian Kampoeng Djadhoel

Namun demikian, Batik Danar Hadi mengawali tahun 2026 dengan capaian penjualan yang cukup positif. Momentum tersebut harapannya terus berlanjut hingga periode Ramadan dan Lebaran.

“Kami mengawali 2026 dengan penjualan yang cukup positif. Kami berharap Lebaran nanti menjadi puncak penjualan batik yang akan datang,” ungkapnya optimistis.

Dengan tetap mempertahankan kualitas batik cap dan tulis di tengah gempuran batik printing, Danar Hadi berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan tanggung jawab pelestarian warisan budaya Indonesia. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp