Jateng

Bawa Santri Masuk Era AI, MES Jawa Tengah Targetkan Produk UMKM Jateng Go International

×

Bawa Santri Masuk Era AI, MES Jawa Tengah Targetkan Produk UMKM Jateng Go International

Sebarkan artikel ini
Bawa Santri Masuk Era AI, MES Jawa Tengah Targetkan Produk UMKM Jateng Go International
Pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2030 di Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah resmi memulai babak baru usai melantik kepengurusan periode 2026–2030 di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026).

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Rezza Arief Budy Artha, MES Jateng mengusung gebrakan strategis mendorong UMKM tembus pasar ekspor Timur Tengah hingga mencetak santri berbasis kecerdasan buatan (AI).

Momentum pelantikan ini bukan sekadar agenda seremoni organisasi. Melainkan pilar utama akselerasi ekonomi inklusif dan penguatan ekosistem halal di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Rezza Arief menegaskan bahwa MES Jateng berkomitmen menjadi wadah kolaboratif berbasis pendekatan pentahelix. Menghubungkan dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas/ulama, serta media.

“Kami ingin MES Jawa Tengah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif, dan memberikan manfaat luas,” tegas Rezza.

Ia menjelaskan, penguatan ekonomi syariah tidak sebatas transaksi keuangan, melainkan mencakup pemberdayaan, keadilan, kemandirian, hingga pembukaan lapangan kerja baru.

BACA JUGA: Misi Pertahankan Puncak Klasemen, PSIS Semarang Siapkan Strategi Rotasi Lawan Adhyaksa Bekasi FC 

Salah satu program unggulan yang langsung pihaknya siapkan adalah peluncuran Koperasi Ekspor. Program ini hadir khusus untuk membawa produk-produk UMKM lokal Jawa Tengah merambah pasar internasional, dengan target perdana kawasan Timur Tengah pada November 2026.

Rezza menekankan pentingnya mengubah pola pikir pelaku usaha daerah agar tak hanya menjadi pemain lokal.

“Produk kita punya potensi besar. Tantangannya adalah kesiapan kualitas, legalitas, sertifikasi halal, kemasan, hingga kapasitas produksi. Ini yang kita siapkan bersama,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada sektor usaha umum, MES Jateng memberikan perhatian besar pada pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Melalui program Santri Weekend dan Sunrise IT for Santri, MES Jateng siap membekali para santri dengan keterampilan digital terkini. Termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan kewirausahaan.

“Santri tidak boleh berada di luar arus transformasi digital. Kita ingin nilai-nilai pesantren yang kuat berjalan seiring dengan penguasaan teknologi AI dan kreativitas,” jelas Rezza.

Jawa Tengah yang memiliki basis industri, UMKM, dan pesantren yang kuat dinilai sebagai pusat pertumbuhan industri halal nasional. Bagi MES Jateng, penerapan standar halal bukan sekadar kepatuhan syariat. Melainkan jaminan kualitas, keamanan, dan daya saing produk di mata konsumen global.

“Ukuran keberhasilan MES bukan seberapa banyak kegiatan yang berjalan. Melainkan seberapa besar masyarakat merasakan dampak dan manfaat nyatanya,” pungkas Rezza.

Pelantikan kepengurusan 2026–2030 ini menandai komitmen nyata MES Jateng dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai gerakan inklusif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp