SEMARANG, beritajateng.tv – Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) kembali mulai 1 April 2026. Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai pilihan skema yang tersedia.
Tahun ini, program BIB menawarkan lima skema beasiswa sesuai kebutuhan dan tujuan pendidikan masing-masing peserta.
Skema tersebut mencakup beasiswa jenjang S1, S2, hingga S3. Selain itu, tersedia pula program double degree bagi peserta yang ingin menempuh pendidikan di dua institusi sekaligus.
BACA JUGA: Lazismu Salurkan Rp1,8 Miliar untuk Beasiswa 1.088 Anak Yatim di Jateng
Berdasarkan informasi dari laman resmi Beasiswa Kemenag, berikut sejumlah skema yang dibuka dalam program BIB 2026:
Pilihan Skema Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
1. Beasiswa Pesantren
Beasiswa S1
Jenis beasiswa yang satu ini khusus bagi lulusan MA/SMA/SMK, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha/Ulya, Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha/Ulya, serta Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Wustha/Ulya.
Program ini membuka peluang melanjutkan studi S1 ke perguruan tinggi mitra. Kesempatan tersebut berlaku bagi calon peserta yang sudah lolos seleksi PTN maupun yang masih dalam proses atau belum memperoleh tempat.
Beasiswa S2 dan S3
Beasiswa S2 dan S3 Pesantren ditujukan bagi santri, alumni pesantren, guru, serta tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktoral, baik di dalam maupun luar negeri.
Untuk jenjang S2, program ini terbuka bagi ustadz/ustadzah atau pendidik dan tenaga kependidikan di pondok pesantren, dosen Ma’had Aly yang aktif mengajar minimal dua tahun, serta alumni pendidikan keagamaan.
Adapun program S3 diperuntukkan khusus bagi dosen Ma’had Aly dengan masa pengabdian sekurang-kurangnya dua tahun dan masih berstatus aktif mengajar.
2. Beasiswa Unggulan Keagamaan
Beasiswa S1
Sasaran beasiswa tersebut dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan, seperti Madrasah Aliyah, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, serta Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas.
Beasiswa S2 dan S3
Berbeda dari program S1, beasiswa S2 ini menyasar para guru, baik PNS maupun non-PNS, yang berasal dari Raudhatul Athfal/MA, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas, serta guru agama di sekolah umum.
Program ini juga terbuka bagi PNS di lingkungan Kemenag atau Kantor KUA, tenaga kependidikan di PTKI, serta alumni pendidikan keagamaan. Adapun jenjang S3 diperuntukkan bagi dosen PTKI, baik PNS maupun non-PNS, serta PNS yang bertugas di Kemenag atau Kantor KUA.
BACA JUGA: Sosok Dwi Sastyaningtyas, Mantan Penerima Beasiswa LPDP Viral Gegara Anaknya Pindah Status Jadi WNA
3. Beasiswa double degree
Beasiswa S1
Bagi yang ingin menempuh studi S1 melalui program double degree, skema beasiswa ini dapat menjadi pilihan. Program tersebut menyasar lulusan SMA, SMK, PDF Ulya, PKPPS Ulya, serta SPM Ulya.
Selain itu, kesempatan ini juga terbuka bagi lulusan Madrasah Aliyah, Widyalaya Utama, Dhammasekha Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, dan Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas
Beasiswa S2
Sementara itu, program beasiswa S2 terbuka bagi guru, baik PNS maupun non-PNS, yang berasal dari Raudhatul Athfal, MA, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas, serta guru agama di sekolah umum.
Selain itu, PNS di lingkungan Kemenag atau Kantor KUA, tenaga kependidikan di PTKI, serta alumni pendidikan keagamaan juga memiliki kesempatan untuk mendaftar.
BACA JUGA: Daftar Artis dan Anak Pejabat Penerima Beasiswa LPDP, Ada Siapa Saja ?
4. Beasiswa akselerasi
Beasiswa S1+ S2
Bagi yang ingin menempuh pendidikan S1 sekaligus S2, skema beasiswa ini dapat menjadi pilihan. Program tersebut menyasar santri lulusan SMA, SMK, PDF Ulya, PKPPS Ulya, serta SPM Ulya.
Beasiswa S2+S3
Selain itu, Kemenag turut menghadirkan skema beasiswa yang mencakup jenjang S2 hingga S3. Program ini terbuka bagi guru, baik PNS maupun non-PNS, dari Raudhatul Athfal, MA, Widyalaya Madyama/Utama, Dhammasekha Muda/Utama, Sekolah Teologi Kristen Menengah Atas, Sekolah Agama Katolik Menengah Atas, Sekolah Agama Konghucu Menengah Atas, serta guru agama di sekolah umum.
Program tersebut juga memberi kesempatan kepada PNS di lingkungan Kemenag atau Kantor KUA, tenaga kependidikan di PTKI, serta alumni pendidikan keagamaan untuk ikut mendaftar. (*)





