Viral

Sosok Dwi Sastyaningtyas, Mantan Penerima Beasiswa LPDP Viral Gegara Anaknya Pindah Status Jadi WNA

×

Sosok Dwi Sastyaningtyas, Mantan Penerima Beasiswa LPDP Viral Gegara Anaknya Pindah Status Jadi WNA

Sebarkan artikel ini
Dwi Sastyaningtyas, sosok yang mendadak viral usai mengumumkan status kewarganegaraan anaknya. (Threads)
Dwi Sastyaningtyas, sosok yang mendadak viral usai mengumumkan status kewarganegaraan anaknya. (Threads)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sosok Dwi Sasetyaningtyas belakangan ini menjadi viral di media sosial. Publik ramai menyoroti unggahan kebahagiaannya terkait status kewarganegaraan anaknya yang kini resmi menjadi Warga Negara Asing (WNA( Inggris.

Perhatian publik muncul setelah Tyas, sapaan akrab Dwi Sasetyaningtyas, membagikan kabar tersebut melalui akun Instagram pribadinya, Instagram. Dalam unggahan itu, ia menampilkan ekspresi haru usai menerima surat resmi dari Home Office Inggris yang mengakui kewarganegaraan anak keduanya.

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas setelah diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial lain, termasuk platform Threads. Sejak saat itu, gelombang respons publik terus berdatangan, baik berupa dukungan maupun kritik tajam.

Sorotan publik tidak semata tertuju pada status kewarganegaraan sang anak. Kritik muncul karena Tyas dan suaminya diketahui sebagai mantan penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. Status tersebut memicu perdebatan mengenai kontribusi penerima beasiswa negara terhadap Indonesia.

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Pelaku Tendang Kucing Viral di Blora Terancam 1 Tahun Penjara

Sejumlah warganet menilai pernyataan Tyas terkait kebanggaannya memiliki anak berkewarganegaraan asing sebagai sikap yang kurang sensitif.

Pandangan tersebut berkembang dengan anggapan bahwa penerima beasiswa negara semestinya memberikan timbal balik nyata bagi tanah air.

Namun, sebagian publik lain mencoba melihat konteks yang lebih luas. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Dwi Sasetyaningtyas merupakan pendiri Sustaination, sebuah gerakan dan platform gaya hidup ramah lingkungan asal Indonesia.

Sejak beberapa tahun terakhir, Tyas aktif mengampanyekan praktik hidup berkelanjutan kepada masyarakat.

Sustaination di kenal sebagai wadah edukasi sekaligus penyedia produk ramah lingkungan. Gerakan ini mendorong pengurangan sampah rumah tangga, penggunaan kompos, serta pemanfaatan produk lokal berkelanjutan. Upaya tersebut menyasar perubahan perilaku masyarakat secara jangka panjang.

Latar belakang pendidikan Tyas juga tergolong kuat. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung serta TU Delft, Belanda. Perjalanan akademik dan profesional tersebut menjadi fondasi awal terbentuknya Sustaination pada 2017.

BACA JUGA: Update Kasus Video Viral Dugaan Kekerasan Kucing di Blora, Polisi Gandeng Ahli ITE

Melalui platform yang ia bangun, Tyas secara konsisten memperkenalkan konsep zero waste.

Edukasi tersebut mencakup pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah organik, hingga dukungan terhadap produk UMKM lokal berbasis keberlanjutan. (*)