Peristiwa

Begini Kronologi Hilangnya Syafiq Ridwan Ali Razan di Gunung Slamet, Keluarga Ikhlas dan Pasrah

×

Begini Kronologi Hilangnya Syafiq Ridwan Ali Razan di Gunung Slamet, Keluarga Ikhlas dan Pasrah

Sebarkan artikel ini
Pendaki gunung slamet
Pendaki hilang di gunung Slamet. Foto:Ig/@mountnesia

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang pendaki asal Magelang, Syafiq Ridwan Ali Razan, kabarnya masih belum kembali dari kawasan Gunung Slamet.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memang terkenal menyimpan banyak kisah misteri dan mitos yang kerap jadi topik para pendaki.

Beragam upaya pencarian telah berlangsung, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

BACA JUGA: Hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ali Akhirnya Ditemukan Meninggal di Lereng Jalur Gunung Malang-Baturaden

Hal yang dianggap janggal, setiap kali proses pencarian digelar, kabut justru turun lebih cepat, seakan alam menyimpan rahasia tersendiri terkait hilangnya pendaki muda tersebut.

Hingga saat ini, belum ada satu pun petunjuk yang dapat membantu tim dalam proses pencarian.

Berikut ini akan beritajateng.tv bagikan informasi terkait hilangnya pendaki asal Magelang tersebut di Gunung Slamet.

Kronologi Hilangnya Ali di Gunung Slamet

Syafiq memulai pendakian pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WIB.

Ia tidak melakukan perjalanan seorang diri, melainkan ditemani seorang teman. Namun, sejak awal pendakian, keadaan berkembang di luar rencana yang telah disusun.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Syafiq sebelumnya berpamitan kepada orang tuanya untuk mendaki Gunung Sumbing.

Akan tetapi, di tengah perjalanan, ia ternyata berada di Gunung Slamet. Perubahan tujuan tersebut baru terungkap setelah Syafiq mengirimkan pesan singkat kepada sang ibu.

Pesan tersebut menjadi kontak terakhir yang ia kirim kepada keluarganya. Setelah itu, ponsel Syafiq tidak lagi bisa terhubung.

Begitu laporan orang hilang masuk, operasi pencarian segera berlansgung. Tim SAR gabungan segera turun, menyusul kedatangan para relawan dari berbagai wilayah.

Masyarakat setempat pun turut membantu menyisir jalur-jalur yang sudah mereka kenal dengan baik.

Namun sejak hari pertama, proses pencarian berhadapan pada kondisi yang sama, yakni tidak ada petunjuk apa pun.

BACA JUGA: ESDM Jateng Klaim Tambang Gunung Slamet Aman, Pengamat: Warga yang Terimbas, Orang Dinas Tidak