News Update

Begini Kronologi Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang Hanyut di Sungai, Berlokasi di Kendal

×

Begini Kronologi Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang Hanyut di Sungai, Berlokasi di Kendal

Sebarkan artikel ini
Tragedi di Tengah KKN: Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut Saat Bermain di Sungai Jolinggo Kendal, 3 Tewas
Tim SAR melakukan pencarian tiga mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang belum berhasil ditemukan akibat hanyut di Sungai Jolinggo Kendal. (Doc. Basarnas)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah kabar duka datang dari sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang kini tengah melangsungkan KKN.

Kabarnya, mahasiswa sebanyak 15 ini terbawa arus sungai saat sedang asik bermain air di sungai Jolinggo.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB yakni pada 4 November kemarin.

BACA JUGA: Banjir Intensitas Tinggi Rendam Ngawen Blora, Warga Ngeluh Tak Pernah Ada Perbaikan Drainase

Kabar ini tentu menjadi peristiwa yang memilukan sepanjang sejarah karena memakan banyak korban bahkan masih ada yang masih terbawa arus.

Berikut ini informasi terkait kronologi hanyutnya mahasiswa KKN UIN Walisongo di kawasan Kendal.

Kronologi Mahasiswa KKN Hanyut

Awalnya, para mahasiswa tersebut berencana melepas lelah usai menjalani kegiatan KKN dengan bermain air di Sungai Jolinggo sekitar pukul 13.30 WIB.

Namun, tidak lama kemudian, debit air sungai tiba-tiba meningkat tajam akibat hujan deras yang mengguyur kawasan hulu.

Dalam hitungan menit, arus sungai menjadi sangat deras dan menyeret sebagian dari mereka.

Sebanyak sembilan mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sementara enam lainnya terbawa arus dan hilang.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan serta menghubungi tim SAR gabungan.

Proses pencarian berlangsung secara intensif selama dua hari. Pada Rabu (5/11), tiga korban pertama berhasil di temukan tidak jauh dari lokasi kejadian (LKK).

BACA JUGA: Pencarian Berakhir, Jasad Nabila Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berada 10 Km dari Lokasi Hanyut

Kemudian, tim SAR kembali menemukan dua korban lainnya, yakni Bima Pranawira dan Muhammad Jibril Asyarafi, masing-masing berjarak sekitar 150 meter dan 3,5 kilometer dari titik awal kejadian.

Korban terakhir, Nabila Yulian Dessi Pramesti, ditemukan pada malam hari sekitar pukul 21.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi awal musibah.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, membenarkan bahwa jenazah tersebut merupakan korban terakhir yang dicari oleh tim SAR. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp