SEMARANG, beritajateng.tv – Meninggalnya Charlie Kirk seorang politisi muda Amerika Serikat mendadak jadi sorotan publik.
Pasalnya, kematiannya tersebut begitu tragis yakni lantaran tertembak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Tentu hal ini memancing banyak komentar warganet, bahkan Presiden Trump ikut menanggapi atas peristiwa naas tersebut.
Trump mengumumkan kabar duka atas meninggalnya Kirk melalui akun Truth Social miliknya. Ia menuliskan bahwa “Charlie Kirk yang hebat, bahkan legendaris, telah wafat.”
BACA JUGA: Begini Kronologi Terjadinya Demo Anarkis di Chaos Nepal, Rumah PM-Menkeu Dibakar
Dalam pernyataannya, Trump juga menuding kelompok kiri sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Ia menilai kematian Kirk sebagai salah satu catatan kelam dalam sejarah Amerika Serikat.
Sementara itu, berikut kumpulan fakta menarik lainnya seputar tewasnya Charlie Kirk yang terkenal sebagai anak emas Trump.
3 Fakta Meninggalnya Charlie Kirk
Pelaku Masih Buron
Otoritas setempat belum berhasil menangkap pelaku penembakan terhadap Kirk, yang dalam pernyataan Departemen Keamanan Publik Utah menyebutkan sebagai “serangan terencana.”
Dugaan sementara pelaku melepaskan tembakan dari atap gedung ke arah acara publik yang berlangsung di halaman kampus.
Dua orang sempat melakukan pemeriksaan, namun kemudian lepas setelah interogasi.
Sementara itu, seorang pria bernama George Zinn tercatat dengan tuduhan menghalangi proses penyelidikan.
Tertembak di Sebuah Universitas
Kirk, tokoh utama gerakan pemuda konservatif terbesar di Amerika Serikat, tewas tertembak saat berbicara di Universitas Utah Valley pada Rabu siang waktu setempat.
Saat itu, ia mengenakan kaus putih dengan tulisan “Freedom” di bagian depan, duduk di bawah tenda, dan menjawab pertanyaan dari para peserta yang mengerumuninya.
BACA JUGA: Miris! Presiden dan Menteri di Chaos Nepal Undur Diri Usai Demo Anarkis Terjadi
Tembakan Mengenai Leher
Jason Chaffetz, mantan anggota kongres Utah yang turut hadir dalam acara itu, mengatakan kepada Fox News bahwa Kirk tertembak ketika sedang menjawab pertanyaan.
Saat itu, topik yang ia bahas berkaitan dengan pelaku penembakan transgender dan kasus penembakan massal.





