KARANGANYAR, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mendorong pelestarian kesenian wayang kulit di Kabupaten Karanganyar. Menurut Sumanto, wayang merupakan kesenian yang tak hanya sebagai tontonan atau hiburan, namun juga berisi tuntunan bagi masyarakat.
Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, wayang merupakan jatidiri bangsa yang sudah mengakar lama karena mempunyai nilai filosofi kuat. Selain itu, perkembangan teknologi yang cepat dan pengaruh budaya asing tak menjadi penghalang para seniman seperti dalang, sinden, hingga penabuh gamelan untuk berkarya.
BACA JUGA: Ajak Anak Muda Cintai Wayang, Sumanto Kumpulkan 45 Dalang di Karanganyar
Hal itu Sumanto ungkapkan saat menghadiri Pentas Wayang Kulit di Dusun Nglinggo, Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Pentas dengan dalang Ki Aji Dwi Santoso tersebut membawakan lakon “Semar Mbangun Kahyangan”.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut menambahkan, banyak nilai-nilai dan norma masyarakat yang dapat diambil dari kisah pewayangan. Ia mencontohkan kisah Mahabharata yang menceritakan bagaimana perjuangan Pandawa mendirikan kerajaan yang makmur. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat dan derasnya pengaruh budaya asing seharusnya tak menghalangi seniman tradisional untuk terus berkarya.
“Para dalang yang terus berkarya ini justru bisa menjadi tameng agar nilai-nilai budaya adiluhung masyarakat bisa tetap terjaga. Jangan sampai suatu saat pertunjukan wayang kulit malah dipentaskan orang asing dan masyarakat lokal hanya jadi penonton saja,” ungkap politisi asli Karanganyar tersebut.
Ikut hadir dalam pentas wayang kulit tersebut, Komandante Bintang Dua PDI Perjuangan, Wahyu Budi Sugiharto dan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karanganyar, Rober Christanto.
Ketua DPRD Jawa Tengah minta para dalang pentaskan wayang
Kepedulian Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto terhadap wayang kulit tersebut ia lakukan dengan mengumpulkan 45 dalang di Kabupaten Karanganyar. Ia kemudian meminta para dalang untuk mementaskan wayang kulit di rumahnya masing-masing. Upaya nguri-uri tersebut Sumanto lakukan agar generasi muda tetap mencintai wayang kulit.
Sumanto mengungkapkan, para dalang di Kabupaten Karanganyar selama ini sepi job mendalang.
“Selama ini para dalang jarang latihan. Saya minta mereka mendalang di rumah sendiri-sendiri dan masyarakat menontonnya, ini agar kesenian wayang bisa terus lestari,” katanya.
BACA JUGA: Panen Mina Padi di Karanganyar Melimpah, Ketua DPRD Jateng: Petani Nggak Bingung Lagi Pupuk Mahal
Selanjutnya, ia juga mengajak generasi muda ikut melestarikan kebudayaan bangsa sendiri. Jika tidak, mereka akan lupa dan lebih mengenal kebudayaan asing yang belum tentu sesuai dengan jatidiri bangsa.
Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengatakan, perkembangan teknologi informasi saat ini bisa menjadi alat untuk mengenalkan wayang secara lebih luas. Ia mencontohkan, pentas wayang kini mulai memanfaatkan teknologi live streaming agar lebih banyak orang menonton. Ia berharap cara tersebut dapat menarik minat generasi muda untuk menggemari, bahkan ikut mempelajari wayang.
“Para orang tua jika perlu juga bisa nonton wayang lewat Youtube biar anaknya tahu, bukan lagu Naruto saja yang mereka dengar,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karanganyar, Rober Christanto mengungkapkan kepedulian Sumanto terhadap pembangunan Kabupaten Karanganyar cukup luar biasa. Mantan Bupati Karanganyar tersebut mengungkapkan, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto banyak menyalurkan bantuan pembangunan melalui aspirasinya. (adv)
Editor: Ricky Fitriyanto





