“Itu jadi hal umum ya, oleh karena itu semuanya kembali ke diri kita lagi. Kita harus bijak dan selektif, berita mana yang hoaks dan mana yang bukan,” terangnya.
Terkait apakah kemampuan literasi digital masyarakat Indonesia sudah mumpuni, Junta angkat bicara. Menurutnya, secara umum kelompok masyarakat Indonesia sudah bisa membedakan mana informasi benar dan salah.
“Itu bagus, tapi sayangnya yang menyebarkan berita benar dan tidak benar itu juga tidak kalah banyak. Kita harus memantau,” tandasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





