Kuliner

Berkunjung ke La Cerise, Cafe Pusat Kota dengan Menu Lezat Mulai Rp11 Ribu

×

Berkunjung ke La Cerise, Cafe Pusat Kota dengan Menu Lezat Mulai Rp11 Ribu

Sebarkan artikel ini
la cerise
La Cerise kafe murah meriah di Jalan MH Thamrin, Semarang Tengah. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jika kamu sedang mencari cafe dengan nuansa cozy dengan harga yang ramah di kantong, La Cerise adalah pilihan yang tepat.

Cafe La Cerise ini berada di Jalan MH Thamrin, Semarang Tengah ini menawarkan suasana yang cozy dan nyaman, namun dengan harga menu yang sangat terjangkau.

Bagaimana tidak, hampir semua menu di La Cerise dibanderol di bawah Rp30 ribu. Bahkan, beberapa menu juga dibanderol di harga belasan ribu saja.

Headbar La Cerise, Dika Rafiq menjelaskan, kebanyakan menu di tempatnya memang memiliki harga yang sangat terjangkau. Misalnya, menu croissant mulai dari Rp11 ribu saja.

BACA JUGA: Nirwana Cafe dan Resto, Rekomendasi Kuliner Alam yang Berlokasi di Semarang

Selain itu, menu andalan baru mereka yakni hot plate juga memiliki harga yang murah meriah. Mulai dari Rp12 ribu saja.

“Kami memang menawarkan berbagai menu dengan harga terjangkau. Alasannya biar pengunjung bisa makan enak tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam,” kata Dika saat beritajateng.tv temui.

Untuk konsep, lanjut Dika, cafe La Cerise mengusung tema elegan dan minimalis. Terlihat dari ruangan yang didominasi warna putih. Selain itu, etalase menu miles crippes, croissant, dan roti lainnya juga berada di bagian depan, siap menyambut setiap pengunjung yang datang.

Secara tempat, cafe La Cerise memang tak begitu besar. Hanya terdiri dari satu lantai saja. Namun La Cerise bisa menampung hingga 50 pengunjung. Terbagi di area indoor dan outdoor.

“Yang datang banyak yang cuma nongkrong, atau ngobrol-ngobrol sama teman, tapi ada juga yang WFC (work from cafe), semua bisa di sini,” ucap Dika.

Awalnya toko baju

Lebih lanjut, Dika menjelaskan jika lokasi cafe La Cerise dulunya adalah toko baju milik sang pemilik. Saat ia awal merintis La Cerise, tempatnya pun harus berbagi dengan toko baju itu. Alias sebagian kafe dan sebagian toko baju.

Akan tetapi, lama-kelamaan toko baju itu tutup dan berganti sepenuhnya La Cerise.