Scroll Untuk Baca Artikel
JatengNews Update

Bertahan saat Pandemi, Perempuan Perlu Supporting System dan Tingkatkan Percaya Diri

×

Bertahan saat Pandemi, Perempuan Perlu Supporting System dan Tingkatkan Percaya Diri

Sebarkan artikel ini
Para narasumber dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah "Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi" di Studio TATV Solo. (ricky fitriyanto/beritajatengtv)

SOLO, 11/2 (beritajateng.tv) – Kaum perempuan menghadapi cobaan berat dan dituntut berperan ganda saat pandemi Covid-19. Upaya meningkatkan rasa percaya diri dapat dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan.

Kabid KHPP DP3AP2KB Jateng Sri Dewi Indrajati mengatakan, kaum perempuan di masa pandemi memiliki tugas memastikan seluruh anggota keluarga sehat, memperhatikan asupan gizi, hingga mendampingi anak belajar online.

“Semua perempuan yang WFH (Work From Home) harus memastikan anak-anaknya bisa sekolah online, mereka sering stres karena harus jadi guru. Di sisi lain, juga harus memastikan kondisi ekonomi keluarga terkendali,” katanya dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah “Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi” di Studio TATV Solo, belum lama ini.

Dia menambahkan, saat pandemi angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan lewat online juga naik tinggi. Menurutnya, dalam kondisi sulit tersebut, upaya pemberdayaan perempuan perlu dilakukan. Berbagai program dijalankan untuk membuat kaum perempuan lebih berdaya.

“Harus ada upaya dari perempuan dan lingkungan sehingga bisa keluar dari kondisi ketidakpercayaan diri. Kami juga ada program pelatihan agar mereka berwirausaha. Program ini fokus ke perempuan kelompok rentan, yaitu perempuan kepala keluarga, penyintas kekerasan, mantan pekerja migran, miskin produktif, dan pengidap HIV/AIDS,” katanya dalam dialog yang dipandu Host Bona Ventura Sulistiana dan Co Host Eneas Titi tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Jateng Kadarwati menambahkan, pihaknya terus berupaya agar perempuan bisa ikut mengakses kebijakan di Jateng. Saat ini ada 100,000 UMKM yang dibina Dinas Koperasi dan UMKM Jateng dimana mayoritas dikelola perempuan.

“Perempuan ikut terdampak pandemi, namun perempuan harus tangguh, ulet, serta jadi garda terdepan,” tandasnya.

Sementara Ketua Yayasan Kakak, Shoim Sahriyati mengatakan, ketika bicara pemberdayaan perempuan, penting untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka.

“Salah satu hal yang bisa dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan diri. Perlu ada supporting system. Kami punya forum para korban kekerasan dan mereka saling sharing. Kami juga fasilitasi perempuan yang punya usaha, diberikan penguatan agar usahanya lebih maju,” katanya. (RI)

Tinggalkan Balasan