Olahraga

Bhayangkara Presisi Selangkah ke Grand Final Proliga 2026, Tumbangkan Samator Tanpa Ampun

×

Bhayangkara Presisi Selangkah ke Grand Final Proliga 2026, Tumbangkan Samator Tanpa Ampun

Sebarkan artikel ini
Bhayangkara Presisi Selangkah ke Grand Final Proliga 2026, Tumbangkan Samator Tanpa Ampun
Bhayangkara Presisi Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Tumbangkan Samator. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SOLO, beritajateng.tv – Juara bertahan tim putra Jakarta Bhayangkara Presisi semakin dekat dengan tiket Grand Final Proliga 2026.

Tim milik Polri itu hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan langkah ke partai puncak yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 21–26 April 2026.

Kepastian itu semakin terbuka setelah Bhayangkara Presisi menaklukkan Surabaya Samator dengan skor telak 3-0 (25-23, 25-21, 25-21). Pada laga penutup Final Four seri kedua di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (12/4/2026) malam.

Kemenangan ini menjadi yang ketiga dari empat pertandingan yang telah Bhayangkara Presisi jalani di babak Final Four.

Sebelumnya, mereka juga sukses mengalahkan Jakarta Garuda Jaya dan kembali menundukkan Samator pada seri pertama di Surabaya. Satu-satunya kekalahan dialami saat menghadapi Jakarta LavAni Livin’ Transmedia.

Dengan performa konsisten tersebut, Bhayangkara Presisi kini berada di atas angin dalam perburuan tiket Grand Final.

BACA JUGA: LavAni Tak Terbendung di Solo, Tekuk Bhayangkara 3-1 dan Kunci Gelar Putaran Pertama Final Four Proliga 2026

Pada pekan depan, tim asuhan Ridel Toiran akan menjalani dua laga krusial di Semarang, menghadapi Jakarta Garuda Jaya dan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia. Dua pertandingan ini akan menjadi penentu langkah mereka ke final.

Meski menang meyakinkan, laga kontra Samator tidak sepenuhnya berjalan mudah. Rendi Tamamilang dan rekan-rekan tetap mendapat perlawanan sengit, terutama pada awal setiap set.

Pelatih Bhayangkara Presisi, Ridel Toiran, menegaskan timnya masih perlu melakukan banyak pembenahan sebelum tampil di Grand Final.

“Kami masih punya waktu untuk evaluasi. Ada beberapa hal yang harus di perbaiki agar lebih siap menghadapi grand final,” ujar Toiran usai pertandingan.

Di sisi lain, Surabaya Samator mengakui masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal mental bertanding.

Manajer Samator, Hadi Sampurno, menyebut anak asuhnya kerap kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi tim sekelas Bhayangkara Presisi.