SEMARANG, beritajateng.tv — Terlihat kebingungan mencari jalan, seorang bocah perempuan warga serahkan ke kantor polisi. Inisiatif membawa ke kantor polisi ini warga lakukan demi keamanan serta keselamatan bocah perempuan yang berjalan kaki sendirian tersebut.
Belakangan terungkap, si bocah M (11), warga Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, ini hendak ke rumah neneknya di Bergas, Kabupaten Semarang.
Menurut Toro (37), warga Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, bocah tersebut awalnya bertanya padanya jalan menuju Bandungan.
Setelah Toro menanyakan balik tujuannya, bocah tersebut mengatakan akan pergi ke Desa Munding, Bandungan, namun tidak mengetahui arahnya ke mana.
Mendengar jawaban tersebut, ia pun menyimpulkan anak ini tidak paham, sebab Desa Munding di Kecamatan Bergas, bukan Bandungan.
BACA JUGA: Tradisi Nyadran Gunungpati: Sedekah 48 Kambing, Doa Leluhur, dan Pendidikan Toleransi Sejak Dini
Selain itu, situasinya juga telah larut malam karena sudah pukul 21.00 WIB. Sementara bocah perempuan tersebut sendirian, tanpa ditemani orang tua.
“Sehingga saya berinisiatif membawa bocah tersebut ke Polsek Ungaran Barat agar petugas membantu bocah tersebut,” jelasnya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis, 22 Januari 2026.
Terpisah, Kanit Intelkam Polsek Ungaran Barat, AKP Mulyanto, mengatakan, saat petugas menanyai M di Polsek Ungaran Barat, bocah tersebut mampu memberikan keterangan jelas.
Hal itu baik alamat tempat tinggal maupun nama orang tuanya di Pakintelan, Kecamatan Gunungpati. Demikian pula maksud dan tujuan kepergiannya.
Anak tersebut menyampaikan, usai pulang mengaji, Rabu sore, ia memang hendak pergi ke rumah neneknya yang berada di Desa Munding, Kecamatan Bergas.
“Saat itu M pergi jalan kaki sendiri dan hanya membawa mukena serta bekal uang Rp4.000 pemberian orang tua,” ungkapnya.
Polisi Datangkan Orang Tua si Bocah Gunungpati yang Tersasar
Kemudian, lanjutnya, atas koordinasi dengan jajaran Polsek Gunungpati, petugas akhirnya mendatangkan orang tua bocah tersebut ke Mapolsek Ungaran Barat.
M selanjutnya petugas serahkan kepada orang tuanya untuk dibawa pulang. “Kami mengapresiasi masyarakat yang peduli dan memberikan solusi yang tepat atas permasalahan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, Rani (33), ibu kandung M, menceritakan putrinya meninggalkan rumah untuk mengaji di musala yang menjadi kegiatan rutin setiap sore.
“Dia pamit mengaji di musala dekat rumah sekitar pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 19.30 WIB, M ternyata belum kembali ke rumah,” jelasnya.
Ia sudah berusaha mencari ke musala, rumah neneknya di Pakintelan, dan beberapa tempat lainnya. Namun, ia tidak menjumpai M hingga keluarga pun mulai khawatir.
BACA JUGA: Hidden Gem Durian Gunungpati Semarang, Legit Lumer Langsung dari Kebun Pak Robert
Barulah sekitar pukul 22.00 WIB, Bhabinkamtibmas Pakintelan memberitahukan jika putrinya saat itu sudah berada di Mapolsek Ungaran Barat.
“Terima kasih kepada warga yang menemukan anak saya, kepada bapak polisi dan pihak yang sudah membantu hingga anak saya sudah kembali,” tegasnya.
Atas kejadian ini, Polres Semarang mengimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi dan memantau kegiatan putra-putrinya di luar rumah.
“Selain itu juga memberikan edukasi dan pemahaman untuk berhati-hati saat bermain, serta selalu menyampaikan izin apabila hendak pergi ke luar rumah,” tambah AKP Mulyanto. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





