Sementara itu, Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menekankan bahwa biomethane menjadi bagian penting dalam transformasi bisnis PGN menuju perusahaan energi rendah karbon.
“PGN kini tidak hanya sebagai penyedia gas konvensional, tetapi juga energi bersih yang menjadi fondasi infrastruktur masa depan,” jelasnya.
Tak hanya di dalam negeri, TelkomGroup juga memperluas langkahnya ke tingkat global. Melalui anak usaha data center, NeutraDC, Telkom menjalin kemitraan dengan perusahaan internasional untuk mengembangkan solusi digital berbasis energi berkelanjutan.
Kolaborasi ini mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari pasokan energi hijau, penyediaan listrik, hingga solusi digital yang siap digunakan oleh pelanggan enterprise.
Dengan pendekatan end-to-end tersebut, sinergi antara kolaborasi domestik dan global diyakini mampu menciptakan ekosistem yang lebih matang untuk mendukung pengembangan AI-ready green data center di Indonesia.
Kerja sama Telkom dan PGN ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan infrastruktur digital tidak lagi hanya soal kecepatan dan kapasitas, tetapi juga keberlanjutan.
Di tengah persaingan global, langkah ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai pemain utama dalam industri digital regional, dengan fondasi energi hijau yang semakin kokoh. (*)
Editor: Elly Amaliyah





