Jateng

Bisnis Hotel Tersengat Imbas Efisiensi, Ketua IHMG DPD Jateng: Sudah Tak Ada Cara Lagi, Lay Off

×

Bisnis Hotel Tersengat Imbas Efisiensi, Ketua IHMG DPD Jateng: Sudah Tak Ada Cara Lagi, Lay Off

Sebarkan artikel ini
Ketua Indonesian Hotel General Manager DPD Jawa Tengah, Muhammad Shaleh.
Ketua Indonesian Hotel General Manager DPD Jawa Tengah, Muhammad Shaleh. (YouTube/beritajatengchannel)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebijakan efisiensi anggaran yang menuai kontroversi di khalayak masyarakat ini berimbas ke berbagai industri, salah satunya adalah hospitality atau hotel.

Bahkan, tak sedikit pihak hotel yang mengeluhkan pengunjungnya yang sepi, turunnya pemasukan, hingga ancaman badai pemutusan kerja atau PHK.

Ketua Indonesian Hotel General Manager DPD Jawa Tengah, Muhammad Shaleh mengungkap bahwa sudah ada beberapa pihak hotel yang melakukan kebijakan unpaid leave.

“Saya sampaikan, bahwa sudah ada beberapa teman yang sudah melakukan kebijakan unpaid leave, bahkan ada yang sudah sampai layoff. Pas kebetulan kontraknya habis, ya sudah (pekerja berhenti),” kata Shaleh saat menjadi narasumber dalam sesi podcast “Ruang Interaksi” milik Beritajateng.tv, seperti dikutip pada Rabu, 26 Maret 2025. 

TONTON JUGA: Podcast Hotel Menjerit Imbas Efisiensi Anggaran Ala Prabowo, PHK di Depan Mata

“Karena sudah tidak ada cara lain lagi yang di lakukan untuk bertahan,” katanya.

Perihal karyawan yang di rumahkan, Shaleh tak menampik hal tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu sudah terjadi.

“Jadi (karyawan) dipaksa cuti tapi tak dibayar,” jelasnya.

Adapun kebijakan tersebut di lakukan oleh hotel-hotel berbintang 3 hingga 4.

Perbandingan efisiensi hotel dengan masa Covid, lebih parah mana?

Bukan pertama kalinya Indonesia mengalami perekonomian yang tidak pasti sejak adanya efisiensi anggaran ini. Sebab, beberapa tahun yang lalu, RI juga pernah mengalami hal yang sama ketika wabah Covid-19 menyerang.

“Memang lebih parah Covid-19 karena kan kena lockdown waktu itu, jadi benar-benar tidak ada pergerakan manusia, itu nyaris tidak ada pendapatan,” jelasnya.

Menurutnya, jika di bandingkan, efisiensi anggaran cukup bisa dikendalikan daripada Covid-19.

“Mending ini (efisiensi anggaran). Kalau di suruh, saya tak pilih dua-duanya,” akunya.

BACA JUGA: Lesu Imbas Efisiensi Anggaran, Ribuan Pekerja Harian Hotel di Jawa Tengah Rentan Kena PHK

Adapun hal ini karena, menurutnya, meski ada efisiensi anggaran, masih ada pergerakan ekonomi, seperti masih ada kesempatan untuk berjualan.