SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mematangkan proses pengisian jabatan strategis yang hingga kini masih kosong, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), lurah, hingga pejabat eselon IV di tingkat kelurahan.
Seluruh tahapan berjalan secara hati-hati dengan mengedepankan asas meritokrasi agar penempatan aparatur sipil negara (ASN) benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, mengatakan proses pengisian jabatan tersebut terus berjalan dan tidak pernah berhenti. Ia meminta dukungan doa dari masyarakat agar tahapan yang tersisa dapat segera diselesaikan dengan hasil optimal.
“Proses ini insyaallah terus berjalan dan tidak berhenti. Mohon doa restunya semoga bisa kita realisasikan dalam waktu yang tersisa, meskipun singkat, tapi hasilnya benar-benar optimal,” ujar Joko di Kantornya.
Joko menegaskan, BKPP sangat berhati-hati dalam menempatkan seorang ASN atau PNS pada jabatan tertentu. Menurutnya, penempatan pejabat bukan sekadar mengisi kekosongan, melainkan memastikan orang yang tepat berada di posisi yang tepat.
BACA JUGA: Masih Banyak Jabatan Kepala Dinas Kosong di Pemkot Semarang, Dewan Minta Percepat Pengisian
“Kami sangat berhati-hati karena ingin mendeplace dengan baik dan mengutamakan asas meritokrasi. Prinsip ini kami pegang kuat supaya masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pejabat yang kami pilih,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat ada 11 jabatan kepala OPD yang masih kosong. Jabatan tersebut meliputi Kepala Dinas Perdagangan, Dinas Penataan Ruang, Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
Tak hanya itu, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Direktur RSWN, Inspektur, serta satu jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) juga masih kosong.
Meski demikian, Joko memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal. Pemerintah Kota Semarang telah menunjuk pelaksana tugas (Plt) di masing-masing instansi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Walaupun jabatannya kosong, tetap ada pelaksana tugas. Ibu Wali Kota sudah menunjuk orang-orang yang memiliki kapasitas untuk merangkap jabatan sementara, sehingga pelayanan publik tidak terganggu,” jelasnya.
Selain di tingkat OPD, kekosongan jabatan juga terjadi di tingkat kelurahan. Saat ini terdapat 51 jabatan lurah yang belum terisi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tiga bulan lalu yang tercatat sebanyak 44 lurah.
“Untuk lurah memang ada 51 yang kosong. Tapi insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa kita isi dengan orang-orang yang berkapasitas,” ujarnya.
Adapun jabatan yang paling banyak kosong justru berada di level kepala seksi (kasi) kelurahan. Dari total kebutuhan, terdapat sekitar 148 jabatan kasi yang belum terisi. Hal ini terjadi karena dalam satu kelurahan terdapat beberapa posisi struktural, mulai dari lurah, sekretaris lurah, hingga tiga kepala seksi.
“Yang paling banyak memang di kasi kelurahan. Tapi tetap ada Plt di sana, jadi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Joko.
Untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II, Joko menyebut prosesnya masih berlangsung sehingga belum bisa dipublikasikan. Pemerintah Kota Semarang kini menggunakan pendekatan manajemen talenta sebagai pengganti seleksi terbuka.
Manajemen Talenta
“Kalau dulu seleksi terbuka hanya menguji mereka yang mendaftar. Sekarang dengan manajemen talenta, semua pegawai kita tes. Baik pejabat struktural maupun fungsional,” jelasnya.
Menurut Joko, manajemen talenta memungkinkan jangkauan seleksi yang lebih luas dan objektif. Seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama tanpa harus mendaftar secara terbuka dan tanpa biaya.
“Ini yang menarik. Tesnya tanpa biaya, jaringannya lebih luas. Pejabat fungsional juga punya hak yang sama untuk menduduki jabatan struktural. Secara regulasi itu memungkinkan,” katanya.
Ia menambahkan, sistem ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin OPD yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Semarang ke depan. (*)
Editor: Elly Amaliyah





