BACA JUGA: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Semarang, 53 Pohon Tumbang, Satu Warga Meninggal Dunia
Adapun di Jawa Tengah bagian timur meliputi Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Rembang, dan sekitarnya.
Noor menegaskan, untuk tiga hari ke depan intensitas hujan relatif menurun, namun peningkatan signifikan perlu diantisipasi mulai 22 Februari. Terkait fenomena khusus pada 22 Februari, Noor menyebut peningkatan tersebut berdasarkan model prakiraan cuaca.
“Untuk tiga hari ke depan ini memang lebih menurun, tapi perlu waspadai kenaikan eskalasi curah hujan di tanggal 22 ke atas. Saat ini kami masih memprediksi adanya hujan lebat disertai kilat petir dan angin kencang. Dari model memang ada eskalasi peningkatan curah hujan di tanggal tersebut,” kata dia.
Februari Masih Puncak Musim Hujan, Maret Mulai Menurun
Noor menambahkan, secara umum puncak musim hujan di Jawa Tengah masih berlangsung pada Januari hingga Februari. Memasuki Maret, intensitas hujan diperkirakan mulai menurun dan akan semakin berkurang pada April.
“Untuk di wilayah Jawa Tengah sendiri secara umum memang puncak-puncak musim hujan itu di Januari-Februari ini. Kemudian untuk Maret kami prediksikan ini menurun. Di Maret mulai menurun, bulan April dan seterusnya akan mulai berkurang,” ujarnya.
Ia juga memperkirakan wilayah Pantura Timur menjadi daerah yang lebih dulu memasuki musim kemarau. Sementara wilayah Pegunungan Tengah prediksinya menjadi yang terakhir mengalami peralihan musim.
“Untuk di wilayah Jawa Tengah secara umum masih di Pantura Timur yang lebih kering. Kemudian untuk yang paling akhir di Pegunungan Tengah karena memang topografinya di gunung jadi memang untuk hujan masih sering ada. Jadi untuk yang terakhir memang di Pegunungan,” pungkas Noor. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





