Jateng

BMKG Prediksi Peningkatan Curah Hujan di Jateng pada 22-25 Februari 2026, Pantura Mesti Waspada

×

BMKG Prediksi Peningkatan Curah Hujan di Jateng pada 22-25 Februari 2026, Pantura Mesti Waspada

Sebarkan artikel ini
Hujan Jateng | BMKG Hujan Pantura Timur | BMKG Cuaca Ekstrem | Curah Hujan Jawa Tengah | Cuaca Pemudik | Cuaca Ekstrem Jateng
Ilustrasi hujan lebat. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya peningkatan signifikan curah hujan di wilayah Jateng pada 22 hingga 25 Februari 2026.

Pihaknya pun meminta sejumlah wilayah, terutama Pantura dan sebagian daerah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan.

Prakirawan BMKG, Noor Jannah Indriyani, mengatakan berdasarkan prakiraan tujuh hari ke depan sejak Kamis, 19 Februari 2026, intensitas hujan akan berfluktuasi sebelum mengalami eskalasi pada 22 Februari.

BACA JUGA: Cuaca Jumat, 20 Februari 2026: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

“Untuk di wilayah Jawa Tengah secara umum kami prediksikan untuk esok hari memang cuacanya lebih menurun atau intensitas hujannya sedikit lebih menurun daripada hari ini. Kemudian naik kembali di tanggal 21, kemudian akan naik kembali secara signifikan di tanggal 22 hingga tanggal 25,” ujar Noor saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Kamis, 19 Februari 2026 sore.

Ia menjelaskan, setelah periode 22–25 Februari, intensitas hujan perkiraan sedikit menurun pada 26 Februari, lalu meningkat kembali pada 27 Februari.

“Kemudian agak sedikit menurun di tanggal 26, kemudian naik lagi di tanggal 27,” katanya.

Wilayah Jateng yang Alami Kenaikan Curah Hujan Signifikan

Menurut Noor, wilayah yang prediksinya mengalami kenaikan signifikan curah hujan meliputi kawasan Pantura, sebagian Pegunungan Tengah, sebagian Solo Raya, serta Jawa Tengah bagian timur.

“Untuk wilayah-wilayahnya yang mengalami kenaikan signifikan curah hujannya terutama di wilayah Pantura, kemudian sebagian Pegunungan Tengah, sebagian Solo Raya dan sebagian Jawa Tengah bagian Timur,” jelasnya.

Ia merinci, wilayah Pantura yang perlu mewaspadai eskalasi hujan antara lain Tegal, Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Batang, serta Kendal. Selain itu, Pantura sisi selatan seperti Kabupaten Tegal bagian selatan dan Pemalang bagian selatan juga diperkirakan terdampak.

Di wilayah Pegunungan Tengah, daerah yang perlu diwaspadai meliputi Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Sementara di Solo Raya mencakup Boyolali, Klaten sisi utara, Surakarta, Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar.