SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Kemijen, Semarang Timur baru-baru ini dihebohkan dengan kabar bocah perempuan berusia 12 tahun yang tewas diduga karena kekerasan seksual.
Adapun kejadian bocah perempuan yang tewas ini terjadi pada Rabu, 1 November 2023 pada pagi hari.
Kabarnya, korban bocah perempuan ini sebelumnya kerap tidur bersama orang tua maupun kakak laki-lakinya.
Hal ini pun tersampaikan oleh Kapolsek Semarang Timur, Iptu Iwan Kurniawan.
“Di rumahnya ada dua kamar tidur, jadi tidurnya sama bapak, ibu, atau kakaknya. Saksi sementara yang diperiksa baru tiga, bapak, ibu, dan kakaknya,” kata Kapolsek Semarang Timur di rumah korban, Rabu (1/11/2023).
Ia menyebut bahwa dari keterangan keluarga, kondisi korban sebelumnya sakit sejak Jumat pekan lalu. Kemudian di hari Rabu ini, bocah perempuan itu orang tuanya bawa ke RS Panti Wilasa Citarum.
Namun sayangnya, di rumah sakit tersebut nyawa bocah itu tak dapat diselamatkan.
“Dari informasi yang kami dapatkan hari Jumat Minggu lalu untuk si korban sudah alami sakit sudah sakit sampai puncaknya rabu dini hari. Sempat dibawa ke Puskesmas Karangdoro lalu kondisinya semakin drop dirujuk ke RS Panti Wilasa Citarum ternyata sudah meninggal,” paparnya.
Bocah perempuan asal Semarang alami luka di bagian intimnya
Adapun kondisi lebih lanjutnya, bocah perempuan tersebut mengalami luka di bagian intimnya.
“Telah ada tindakan pemeriksaaan ada perubahaan bentuk di dubur dan sobek di vaginanya. Perubahan bentuk di situ kemungkinan seperti itu (ada luka),” ujarnya.
Korban sebelumnya tinggal serumah dengan keluarganya, yakni ayah, ibu dan kakak laki-laki yang berusia 18 tahun.
Rumah keluarga tersebut berlokasi di Semarang Timur dan terdapat dua kamar tidur di dalamnya. Korban yang berinisial DKW itu pun kerap tidur bersama orang tuanya maupun kakak laki-lakinya.
Adapun bocah perempuan tersebut terkenal sebagai anak yang periang dan pandai bergaul. Hal ini pun tersampaikan oleh Agus Dwi Cahyono selaku ketua RW setempat.
Namun, sejak beberapa hari terakhir, korban yang berusia 12 tahun itu terlihat jarang bermain dengan teman-teman sebayanya.
BACA JUGA: Bocah SD Semarang Tewas, Korban Kekerasan Seksual, Tinggal Serumah dengan Sosok Ini
Selain itu, ia menyebut bahwa mendapatkan kabar soal tewasnya bocah perempuan Semarang itu pada pukul 03.30 WIB. Adapun ia mengklaim mendapat kabar dugaan pelecehan seksual.
“Katanya ada penggumpalan, ada indikasi pelecehan [seksual]. Tapi saya enggak tahu persisnya,” imbuh Ketua RW itu.(*)





