Sementara Kasubbag program BPBD Jateng Dian Fajarini Bastiyan menambahkan bahwa Blora tahun 2023 ini nilai IKD sangatlah minim sekali bahkan minus.
Padahal para relawan dan BPBD sendiri terus menerus melakukan penanganan bencana dan sosialisasi pencegahan resiko bencana.
“Ini yang perlu bersama sama sikapi. Indikator ini dapat penilaian dari pusat, dengan nanti bisa terbentuk FPRB mudah mudahan bisa meningkat. Karena kegiatan itu akan termanajemen”, kata Dian.
Semua pihak atau pentahelix sangat mendukung sekali terbentuknya FPRB di Kabupaten Blora. Karena selama ini komunitas relawan di Blora banyak sekali, namun belum teroganisir dengan baik.
Sehingga kegiatannya belum terdeteksi di pusat, meskipun mereka sudah malang melintang menjadi relawan tangguh dalam menghadapi setiap bencana. (*)
Editor: Elly Amaliyah





