“Tantangannya adalah proses di Pusdatin tidak semuanya cepat. Ada testimoni yang semenit ketemu, ada yang satu hari baru approve. Kami masih menanyakan berapa SLA (waktu tingkat menunggu) di sana,” imbuhnya.
Sebagai bentuk perlindungan bagi warga yang membutuhkan layanan medis mendesak, Yessi menyebut terdapat 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah berstatus non cut-off. Di wilayah ini, pemerintah daerah memiliki komitmen anggaran yang kuat sehingga kartu JKN dapat diaktifkan kembali dalam waktu 1×24 jam.
Ke-17 daerah tersebut meliputi Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kudus, Kabupaten Rembang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Setahun Beroperasi, RSUD Mijen Siap Layani Pasien BPJS Mulai 2026
Di akhir pernyataannya, Yessi mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk proaktif memeriksa status kepesertaan JKN. Terutama peserta Mandiri yang rentan mengalami tunggakan iuran.
“Saran kami, gunakan layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118 165 165. Layanan ini beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jangan sampai baru tahu kartu tidak aktif saat butuh layanan di rumah sakit,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





