Ekbis

BPS: Hotel Semarang Ramai Akhir Tahun, Wisatawan Pilih Menginap Singkat

×

BPS: Hotel Semarang Ramai Akhir Tahun, Wisatawan Pilih Menginap Singkat

Sebarkan artikel ini
Tahun Baru Hotel Ciputra Semarang
Kemeriahan kembang api di Hotel Ciputra Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tingkat okupansi atau hunian hotel berbintang di Kota Semarang menunjukkan tren positif pada akhir tahun 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Desember 2025 mencapai 66,03 persen. Angka ini naik 4,32 poin dari November 2025 yang berada di level 61,71 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Kota Semarang, Duto Sulistiyono, mengatakan kenaikan okupansi terjadi merata di seluruh kelas hotel berbintang. Jika kita bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat hunian juga mengalami peningkatan meski tidak terlalu signifikan.

“Secara keseluruhan kenaikan TPK terjadi di semua kelas hotel berbintang. Jika kita bandingkan Desember 2024, TPK meningkat 0,99 poin, terutama pengaruh hotel bintang tiga dan bintang lima,” ujar Duto.

Berdasarkan klasifikasi hotel, bintang empat menjadi kategori dengan tingkat hunian tertinggi pada Desember 2025, yakni sebesar 72,49 persen.

Posisi berikutnya yakni hotel bintang tiga dengan TPK 65,68 persen, di susul hotel bintang lima sebesar 65,43 persen.

Sementara itu, hotel bintang dua mencatat okupansi 58,88 persen dan hotel bintang satu berada di posisi terendah dengan 47,53 persen.

Meski tingkat hunian meningkat, rata-rata lama menginap tamu hotel justru mengalami penurunan.

Pada Desember 2025, rata-rata lama menginap seluruh tamu hotel berbintang tercatat 1,35 malam, turun 0,08 poin dibandingkan November 2025.

“Rata-rata lama menginap tamu mancanegara tercatat 1,68 malam atau turun 0,03 poin. Sementara tamu domestik menginap rata-rata 1,34 malam atau turun 0,08 poin,” jelas Duto.

Ia menambahkan, penurunan rata-rata lama menginap tamu mancanegara terjadi di hotel bintang empat. Adapun tamu domestik mengalami penurunan lama menginap di hotel bintang dua, tiga, empat, dan lima.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski hotel relatif ramai, wisatawan cenderung memilih menginap dalam waktu singkat, umumnya satu hingga dua malam. Pola tersebut juga terlihat dari data perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025.