SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendapat sorotan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Rencananya, BPS Jawa Tengah akan melakukan survei dampak MBG pada November 2025 besok.
Rencana itu terungkap oleh Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, saat dijumpai di Media Gathering Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Kota Semarang, Kamis, 30 Oktober 2025 sore.
“Ini BPS nanti bulan November melaksanakan survei dampak Makan Bergizi Gratis,” jawab Endang singkat.
Besok, kata Endang, ia akan melakukan pertemuan secara virtual dengan seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jawa Tengah.
BACA JUGA: Sensus Ekonomi 2026 Tak Terkait Pajak, BPS Jateng Minta Pengusaha Jujur Jawab Survei
Tak hanya SPPG, Endah menyebut supplier, sekolah, rumah tangga, hingga perwakilan siswa juga turut hadir dalam meeting tersebut.
“Besok ini kami lakukan Zoom meeting dengan seluruh SPPG yang ada di Jawa Tengah. Kemudian ada supplier, ada sekolah, ada rumah tangga, ada siswa, seperti itu,” sambung Endah.
Saat menanggapi apa saja indikator survei dampak MBG yang akan BPS lakukan, Endah tak menjawab banyak. Hanya saja, ia menyebut salah satunya adalah pengaruh MBG sejak pertama dilaksanakan hingga sekarang.
“[Yang BPS potret] macam-macam, nanti pengaruhnya seperti apa,” ujarnya.
Variabel pertanyaan survei dampak MBG oleh BPS Jateng
Endah pun membenarkan ada beragam variabel yang menjadi pertanyaan dalam survei dampak MBG tersebut. Mulai dari ekonomi hingga dari sisi kesehatan.
“[Ekonomi dan kesehatan] itu ada. Bagaimana dan ke mana dampaknya, macam-macamlah, di situ ada variabel-variabelnya,” terang dia.
BACA JUGA: Sensus Ekonomi 2026 Fokus ke Dunia Digital, BPS Jateng Bidik Pendataan Bisnis Online
Menurut keterangannya, survei dampak MBG itu akan berlangsung pada bulan November 2025 saja alias selama satu bulan. “Surveinya November saja, kira-kira sampai pertengahan lah,” akunya.





