Jateng

Brak! Pohon Timpa Rumah Warga Jatirunggo Semarang Hingga Rusak, Disebabkan Angin Kencang 

×

Brak! Pohon Timpa Rumah Warga Jatirunggo Semarang Hingga Rusak, Disebabkan Angin Kencang 

Sebarkan artikel ini
angin kencang desa jatirunggo
Warga terdampak di Dusun Pringkurung, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang memperbaiki atap rumah yang rusak akibat tertimpa batang pohon yang tumbang, Selasa, 27 Januari 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah rumah rusak sedang akibat tertimpa batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, di Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Senin, 26 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan rumah yang terdampak kerusakan tersebut merupakan rumah milik Masrurozi (34). Masrurozi merupakan salah satu warga di lingkungan RT 05 RW 09 Dusun Pringkurung.

Hingga Selasa, 27 Januari 2026 siang, pemilik rumah, dengan bantuan sejumlah warga lainnya,  masih memperbaiki bagian atap beberapa ruangan yang terdampak kerusakan.

Sedangkan batang pohon yang sebelumnya menimpa bagian atap rumah tersebut telah petugas BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang evakuasi, pada Senin sore.

BACA JUGA: Soal Waktu Pelantikan, Bupati Semarang Terpilih Ngesti Nugraha Masih Tunggu Perkembangan

Menurut Masrurozi, peristiwa pohon tumbang yang menimpa rumah miliknya, terjadi pada Senin sekitar pukul 13.15 WIB. “Sebelumnya cuaca memang turun hujan beserta angin kencang,” jelasnya.

Tiba-tiba terdengar suara ‘braak’ yang terdengar cukup keras dan bersumber dari bagian atap. Bersamaan dengan itu plafon dan genting rumah juga jatuh berhamburan di lantai.

“Setelah saya keluar rumah, ternyata pohon himea yang berada di lahan kosong milik tetangga tumbang dan batangnya menimpa atap rumah saya,” jelasnya, di Dusun Jatikurung.

Beberapa saat setelah kejadian, lanjutnya, batang pohon yang tumbang telah dipotong-potong dan dievakuasi dari bagian atap rumah oleh petugas BPBD dan Damkar Kabupaten Semarang.

Untuk kerugian dampak kerusakan telah dihitung berkisar Rp5 juta rupiah. “Soal ganti rugi, secara kekeluargaan sudah kami rembug bersama pemilik lahan,” tegasnya.

Terkait dengan kondisi cuaca yang cenderung ekstrim akhir-akhir ini, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Semarang untuk selalu waspada.

Terlebih, wilayah Kabupaten Semarang saat ini sudah masuk puncak musim penghujan. Yang mana terlihat dari hujan dengan intensitas sedang dan lebat dalam durasi yang lebih panjang.