SEMARANG, beritajateng.tv – Konsisten mengangkat potensi bahan pangan lokal, produk “Brownies Ndeso” Banyubiru dengan brand Kris Kris kini semakin masyarakat kenal luas.
Tak hanya mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan pasar, UMKM asal Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang ini juga terus berkembang lewat inovasi rasa dan penggunaan bahan baku lokal yang unik.
Jika umumnya brownies menggunakan tepung terigu, Brownies Ndeso Kris Kris justru hadir dengan berbagai bahan pangan lokal seperti jagung, ubi ungu, waluh, singkong, tape, ketan hitam, pisang, nangka hingga durian.
Pemilik Brownies Ndeso Kris Kris, Kristin Anggriani (39) mengatakan, usaha tersebut telah dirintis sejak 14 tahun lalu. Yakni dengan konsep mengangkat kekayaan pangan desa menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Selama ini brownies identik dengan terigu. Saya mencoba mengolah bahan lain yang mudah saya dapat menjadi brownies,” ungkap Kristin di outlet Kris Kris, Dusun Gondangsari, Desa Tegaron, Kecamatan Banyubiru, Rabu 27 Mei 2026.
BACA JUGA: No No Bingung Lagi, Ini 5 Cafe Hits Semarang Bikin Nongkimu Bareng Besti Makin Asik!
Menurutnya, nama “Brownies Ndeso” ia pilih karena seluruh konsep produknya memang berangkat dari potensi bahan pangan lokal yang banyak tersedia di pedesaan.
Ia ingin menunjukkan bahwa brownies juga bisa ia buat dari bahan lokal selain terigu. Dengan cita rasa yang tetap lezat dan khas.
Dari konsistensi tersebut, produk Brownies Ndeso Kris Kris kini semakin masyarakat kenal. Dan mulai banyak masyarakat pesan konsumen dari berbagai daerah.
Untuk memudahkan pelanggan, Kristin membuka outlet baru di pinggir jalur utama Ambarawa–Salatiga. Yang mana lokasinya strategis di antara destinasi wisata Bukit Cinta Rawapening dan Muncul Water Park.
Selain menyediakan berbagai varian brownies, outlet tersebut juga memiliki kapasitas lebih luas. Outlet tersebut juga dapat menampung hingga 200 pengunjung.
“Sekarang kami juga bisa membuka cooking class dan kegiatan edukatif lainnya,” jelasnya.





