“Harusnya kalau piagam yang kemarin, kami coba crosscheck aslinya, itu kan dari Malaysia. Mereka memberikan [juara] pada sekolah, pada klub marching band-nya, bukan by name,” bebernya.
BACA JUGA: Kejadian Lagi! Piagam Palsu Lolos PPDB SMAN Favorit di Semarang
Agar tak terjadi kasus serupa, Deta mengimbau kepercayaan diri calon peserta didik (CPD) maupun orang tua selama proses PPDB SMA/SMK 2024/2025.
“Kalau memang tidak dapat [juara] ya jangan buat-buat. Itu pembelajaran untuk anak-anak punya budi pekerti dan karakter baik. Mau daftar sekolah harus dengan awal yang baik,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





