SEMARANG, beritajateng.tv – Intervensi Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang terhadap anak tidak sekolah (ATS) di daerahnya terus berprogres.
Ribuan ATS yang ada di berbagai wilayah di Kabupaten Semarang kini telah kembali belajar di sekolah guna mengakses pendidikan yang menjadi hak dasarnya.
Menurut Kepala Bidang PAUD dan Dimkas Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Imam Ros Wahyudi sampai dengan hari ini total sudah 1.217 ATS yang telah kembali belajar di sekolah.
“Baik di jenjang pendidikan SD maupun SMP,” katanya pada Forum Konsultasi Publik Bidang Pendidikan, di kantor setempat, Kabupaten Semarang, Jumat, 6 November 2026.
Menurut Imam, Pemkab Semarang melakukan intervensi melalui pendampingan serta penanganan terhadap ribuan ATS di seluruh wilayah Kabupaten Semarang.
Intervensi berdasarkan hasil verifikasi dan validasi (verval) terhadap angka ATS yang ada di wilayah Kabupaten Semarang secara By Name By Adress (BNBA).
“Ssampai dengan awal bulan November 2026 tercatat jumlah ATS di Kabupaten Semarang jumlahnya mencapai sebanyak 4.119 anak,” kata Imam.
BACA JUGA: Kasus Perundungan Aqib Siswa SD di Pemalang, Mendikdasmen Akui Aturan di Sekolah Belum Sepenuhnya Berjalan
Mereka terklasifikasi ke dalam beberapa faktor, mulai dari anak tidak pernah sekolah, putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan dengan latar belakang persoalan yang beragam.
Di lain pihak, lanjut Imam, upaya Pemkab Semarang dalam menangani ATS di daerahnya telah berjalan dan masih terus berproses hingga sudah 1.217 ATS kembali bersekolah.
“Mereka berasal dari pekerja anak, anak penyandang disabilitas, anak korban kekerasan, anak yang berhadapan dengan hukum hingga anak dengan kondisi rentan yang lain,” katanya.
Lebih lanjut Imam juga menegaskan, langkah dan upaya penting yang harus sekolah lakukan dengan menjaga. Selain itu mencegah jangan sampai anak harus putus sekolah.
Pendekatan untuk Pencegahan Dini
Dia juga mengimbau kepada para kepala sekolah beserta jajarannya untuk lebih peduli. Dengan cara mencermati perilaku para murid yang minat belajarnya cenderung turun.





