BACA JUGA: Kader Daerah Gerindra Tolak Budi Arie, Hersubeno Arief: Gerindra Anggap Bisa Coreng Citra Partai
Upaya Budi Arie merapat ke Gerindra justru memicu reaksi lebih keras. Banyak pihak menilainya oportunis karena pernah mengkritik Prabowo. Hersubeno menyimpulkan situasi itu sebagai ironi besar.
“Ia berjalan dari satu pintu ke pintu lain tanpa ruang yang benar-benar terbuka,” sebutnya.
Tekanan itu bukan sekadar persoalan pribadi, namun turut mengguncang masa depan Projo. Kini, Budi Arie menghadapi kemungkinan tak punya rumah politik.
Hersubeno menggambarkan posisinya sebagai “gelandangan politik yang terombang-ambing tanpa patron.” Projo pun terancam kehilangan makna sebab basis loyalitas utamanya bertumpu pada Jokowi, bukan ketua relawan. (*)




